Siaga Covid -19, Desa di Banjarnegara Berlakukan Lockdown , Seperti Ini Aturannya..

Warga Desa Purwanegara melakukan penjagaan di pintu masuk desa.(foto.istimewa)

 

Reportase.tv.Banjarnegara – Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Indonesia terus meluas. dan Jumlah positif corona  terus bertambah. Pemerintah juga terus melakukan berbagai upaya pencegahan, melalui imbauan, sosialisasi maupun tindakan langsung.

Kekhawatitan masyarakat di tingkat bawah akan penyebaran covid-19 diantisipasi dengan berbagai tindakan untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut.

Meski pemerintah belum memberlakukan lockdown, namun untuk pencegahan dan penyebaran covid-19 ada beberapa kota dan desa yang memberlakukan lockdown di wilayahnya.

Setelah Kota Tegal, kini ada desa di Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah yaitu Desa Purwanegara yang memberlakukan lockdown untuk mengamankan wilayahnya dari ancaman penyebaran virus corona.

Kepala Desa Purwanegara Kecamatan Purwanegar, Banjarnegara, Jawa Tenga, Rendra Sabita Noris mengatakan, Pemerintah Desa Purwonegoro melalui rapat forum desa mengeluarkan surat edaran yang berisi sembilan poin terkait dengan darurat covid 19 yang diberlakukan pihak pemerintah Desa Purwanegara.

Pemberlakuan lockdown di desanya tersebut tertuang dalam surat edaran dan diedarkan melalui media sosial, spanduk maupun panflet yang diedarkan di wilayah dan sekitar desa setempat.

“Kami tidak melakukan lockdown secara penuh, karena kami masih memperbolehkan warga untuk beraktivitas di luar rumah,” katanya Rendra Dihubungi via ponsel Sabtu (28/3/2020).

Rendra menambahkan, warga juga masih  tetap bisa bekerja dan berkegiatan di luar daerah. Hanya saja setiap keluar masuk wilayah desa, warga harus terlebih dahulu melalui pemeriksaan di posko tanggap corona yang di tempatkan di pasar induk Purwanegara. Posko tersebut juga di fungsikan menjadi  tempat pelayanan admistrasi masyarakat.

Posko Induk di Pasar Purwanegara Banjarnegara juga difungsikan untuk melayani kepentingan masyarakat terutama untuk pelayanan administrasi desa.(foto/istimewa)

“Di posko tersebut  ada penyemprotan disinfektan, pemeriksaan kesehatan, pengecekan suhu, dan sarana kebersihan lain,” lanjutnya.

Sementara dimasing-masing pos kamling juga wajib memasang dan mengadakan tempat cuci tangan dan kran air untuk warga agar selalu dalam kondisi bersih dan aman.

Pihaknya juga  melarang warga pendatang maupun warga Desa Purwonegoro yang mau pulang ke Desa Purwonegoro terhitung dari tanggal 26 Maret 2020 hingga 14 hari ke depan.

“Warga yang bekerja di luar desa atau di luar kota kami himbau untuk sementara  tidak pulang ke rumah hingga kondisi benar-benar aman. Sementara warga disini jika memang tidak ada kepentingan yang mendesak untuk banyak diam dirumah terhitung dari tanggal 26 Maret 2020 hingga empat belas hari ke depan,” kata Rendra.

Sementara bagi  pemudik yang terlanjur pulang maka wajib melapor ke posko. Meskipun tidak terdapat gejala Corona Covid-19, namun mereka harus tetap menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari dengan pengawasan  ketat oleh warga.

Setiap RT juga diminta untuk mendata warganya serta memegang data pemudik, terutama dari kota-kota zona merah covid 19.

Tidak hanya siang, malam hari juga dilakukan penjagaan di pintu-pintu masuk desa untuk mencegah masuknya warga daei luar desa.(foto/istimewa)

“Mobilitas warga yang melewati desa kami sangat  tinggi, karena kami berada di jalur utama nasional , itu menjadi salah satu alasan pemberlakukan lockdown secara local wisdom di desa kami,” lanjutnya.

Pemerintah desa melalui surat edaran juga melarang dengan tegas pelonjakan harga kebutuhan pokok di atas normal. Kebutuhan warga harus terpenuhi sebagaimana hari-hari biasanya. Ini dilakukan agar tidak menyusahkan warga.

“Jadi meski ada aturan pembatasan, kehidupan warga tetap berjalan normal,” tambahnya.

Terkait dengan mobilisasi di pasar Purwanegara, pihaknya memberlakukan satu pintu bagi warga yang masuk dan keluar pasar.

“Setiap orang yang masuk dan keluar terlebih dahulu menjaga kebersihan dengan melakukan cuci tangan,” katanya.

Sementara untuk transaksi dengan warga di luar desa harus melalui posko induk, jadi setiap barang yang masuk dan keluar terlebih dahulu mendapatkan disinfektasi.

“Tidak diijinkan orang mengirim langsung ke warga, namun harus melalui pemeriksaan dulu di posko,” jelasnya.

Aturan  lain yang di berlakukan sesuai dalam Surat Pemberitahuan Keputusan Kepala Desa Purwonegoro bernomor 003/73/III/2020 adalah mengimbau agar tempat peribadatan tidak menyelenggarakan kegiatan yang mengumpulkan massa. Serta, meminta tempat peribadatan memanjatkan doa terhindar dari pagebluk bergantian hanya satu orang.

Dimas (34) Salah seorang warga Purwanegara mendukung upaya pemerintah desanya untuk memberlakukan lockdown di wilayahnya. Menurutnya upaya tersebut sangat penting untuk mencegah penyebaran virus corona di desanya.

“Harus ada tindakan pasti dan tegas untuk mencegah berkembangnya virus corona di disini, kita akan kesulitan mendeteksi penyebarannya  jika tidak aja tindakan yang jelas dan tegas,” katanya.(Ahr13/Rtv)