Simulasi Car Free Day di Banjarnegara, Pemkab  Ijinkan Pedagang Berjualan, Ini Syaratnya..

Pemkab Banjarnegara melakukan Simulasi pembukaan kembali Car Free Day di Alun-alun kota Banjarnegara. Para Pedagang harus mematuhi aturan protokol kesehatan.(foto/m.anhar)

Reportase.tv,Banjarnegara-Pemkab Banjarnegara sudah memalui era adaptasi kebiasaan  baru dimasa pandemi sejak 1 Agustus lalu dengan memberikan kelonggaran kepada beberapa sektor untuk memulai kembali aktifitasnya.

Beberapa sektor harus melalui simulasi terlebih dahulu, termasuk aktivitas pedagang di Car Free Day (CFD) di alun-alun Banjarnegara.

Untuk itu Pemkab Banjarnegara  berencana akan membuka kembali Car Free Day di alun-alun kota Banjarnegara secara resmi Minggu depan.

sebelum di buka secara resmi, Minggu (16/8/2020) pagi tadi pemkab Banjarnegara sudah memulai  melakukan simulasi CFD dengan memberikan sosialisasi tentang adaptasi kebiasaan baru dan aturan yang harus diterapkan kepada para pedagang yang biasa berjulaan saat Car Free Day di alun-alun kota.

Kepala Dinas Perhubungan Muhamad Iqbal memberikan pengarakan kepada Pedagang dan masyarakat yang melakukan aktifitas Car Free Day terkait dengan aturan yang harus dilakukan.(foto/m.anhar)

Simulasi  tersebut juga menjadi syarat utama bagi para pedagang jika ingin kembali berjualan seperti biasanya.

“Para pedagang ini sudah kami akomodir, terutama pedagang lama yang kami utamakan untuk berjualan kembali  di area car free day seperti sebelum pandemi Covid-19,” kata Kepala Disperindakop UKM Banjarnegara Joi Setiawan di sela-sela simulasi kepada para pedagang di komplek alun-alun kota.

Joi menambahkan, para pedagang  diminta untuk melaksanakan protokol kesehatan, diantaranya dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan selalu menjaga kebersihan. Aturan tersebut tidak hanya harus diataati oleh para pedagang  namun juga para pembeli ataupun yang melakukan aktifitas saat CFD

“Baik pedagang dan pembeli harus mentaati aturan protokol kesehatan, karena kami tidak ingin ada penyebaran Covid-19 dan Car Free Day ini menjadi klaster baru,” lanjutnya.

Kepala Dinas Perhubungan Banjarnegara Muhamad Iqbal menambahkan, para pedagang nantinya akan di tempatkan di jalur yang sama sebelum terjadinya pandemi yaitu di jalan Pemuda sebelah utara  sekretariat Daerah hingga Pikom. Sementara untuk jalur utara dari  jalan A. Yani sebelah utara alun alun hingga kantor BKD.

“Semula pedagang di bagi menjadi tiga lajur, namun untuk menghindari kerumunan jalur pedagang akan di bagi menjadi dua lajur yaitu di sebelah kanan dan kiri jalan, dan yang biasa menempati jalur tengah akan dipindahkan ke sebelah timur hingga SDN 1 Banjarnegara jika ke utara hingga kantor BKD,” katanya.

Iqbal menjelaskan, antar pedagang nantinya juga akan diatur jaraknya yaitu minimal 1,5 meter  sehingga tidak terjadi  penumpukan dan menciptakan  kerumunan.

Kepala Disperindakop Joi Setiawan di bantu petugas dari Kepolisian melakukan pengukuran batas lokasi antar pedagang agar tidak terjadi kerumunan saat pelaksanaan Car Free Day.(foto/m.anhar)

“Kami akan memantau, dengan meibatkan Polres dan Satpol PP,  jika dalam masa uji coba minggu depan bisa berjalan sesuai dengan aturan maka akan dilanjutkan,namun jika banyak terjadi pelanggaran dan rawan dengan penyebaran terpaksa kami hentikan dulu,” lanjutnya.

Sementara koordinator paguyuban pedagang, Widiyanto mengatakan, selama ini pedanang yang terdaftar sebagai pedagang di CFD berjumlah 400 pedagang, namun jumlah itu masih bisa bertambah , karena bisa jadi ada pedagang dari luar daerah ikut bergabung disini.

‘‘Kami utamakan para pedagang dari Banjarnegara dulu, pedagang dari  luar nanti kita berikan tempat jika masih ada lokasi yang diberikan sesuai anjuran dari pemkab,” katanya.<ahr>