SKI Gelar Sekolah Kepemimpinan Publik

Brebes – Sekretariat Kolaborasi Indonesia menggelar kegiatan Sekolah Kepemimpinan Publik (SKP) di Padepokan Kalisoga Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes. Kegiatan ini sebagai wadah pendidikan kepemimpinan kepada seluruh masyarakat.

Acara digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu dengan menghadirkan sejumlah nara sumber. Antara lain, Muhammad Nurkhoiron, Anggota Komnas HAM RI 2012 – 2017, Agung Hendarto, Direktur Politeknik Harapan Bersama dan Dr. Iin Purnamasari, Kepala Pusat Pendidikan dan Humaniora LPPM Universitas PGRI Semarang.

Azmi A Majid, Ketua Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) Jawa Tengah sekaligus sebagai moderator dan penyelenggara kegiatan ini menjelaskan, SKP ini digagas oleh Bapak Sudirman Said. SKI kata Azmi, sebagai wadah pendidikan kepemimpinan kepada seluruh masyarakat.

“Sebagai penggagas adalah Sudirman Said. Sekolah Kepemimpinan Publik ini menjadi hal yang sangat penting dalam pembentukan dan pengembangan manusia Indonesia untuk peduli dengan peri kehidupan berbangsa dan bernegara, apalagi nanti jika seseorang menjadi pemimpin publik,” ucarnya, Sabtu (15/1).

SKP kali ini diikuti oleh sekitar 70 peserta dari DPD SKI se Jawa Tengah. Kegiatan ini diisi berbagai kegiatan dan diskusi yang dipandu oleh sejumlah nara sumber.

Salah satu tema diskusi adalah Indonesia 2045, momentum 100 tahun Indonesia Merdeka, apakah cita cita didirikannya negara ini terwujud sesuai amanat konstitusi?. Tema diskusi ini dipandu oleh Iin Purnamasari Dosen dan Ketua LPPM Universitas PGRI Semarang.

Pembicara lain, M Nurkhoiron, anggota Komnas HAM RI 2012-2017 dalam acara itu memberikan materi mengenai sebuah organisasi harus punya narasi yang kuat. Kemudian dalam berbangsa dan bernegara diperlukan pemimpin yang kolaboratif.

Sedangkan narasumber ketiga Agung Hendarto Direktur Politeknik Harapan Bersama saat memberikan pelajaran kepada para peserta menyatakan, bahwa negeri ini merupakan negara sangat kaya, mempunyai potensi alam yang luar biasa. Sehingga perlu akselerasi perubahan pembangunan untuk bisa memanfaatkan sumber daya manusia dan alam.

Tidak ketinggalan, Sekjen DPP SKI, Raharja Waluya Jati dalam kegiatan SKP menyoroti soal pendidikan bernegara dipandang lebih esensial dibandingkan pendidikan politik.

“Kita berharap, bukan saja kesadaran politik yang meningkat, tetapi, dan yang lebih penting, kesadaran berbangsa dan bernegara juga semakin tinggi,” tandasnya.