SMAN 1 GAPURA Sumenep Juara 1 KSN-K Kebumian Tahun 2021, Ini Kata Aktivis Pendidikan

Gambar Foto-foto SMAN 1 Gapura
Gambar Foto-foto SMAN 1 Gapura

Reportase.tv Surabaya – Lomba Kompetensi Sains Nasional (KSN) yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi telah diselenggarakan pada 4 Juni 2021 lalu.

KSN adalah kompetisi di bidang sains bagi pelajar jenjang SMA/MA yang merupakan tahap seleksi dalam menjaring siswa terbaik untuk melaju ke tingkat nasional. Ada sembilan bidang yang akan dilombakan dalam KSN 2021, yaitu matematika, fisika, kimia, informatika, biologi, astronomi, kebumian, ekonomi, dan geografi. Seleksi KSN tersebut, berlangsung di tingkat Kota/Kabupaten pada jenjang SMA/MA yang serentak di lakukan secara nasional

Antusiasme peserta lomba KSN jenjang SMA di 34 Propinsi di Indonesia bahkan mencapai 140.505. Dari jumlah tersebut, Jawa Timur berhasil menempatkan 1361 peserta didiknya sebagai pemenang sesuai rilis yang dikeluarkan oleh Pusat Prestasi Nasional pada tanggal 17 Juni 2021, dan berhak mengikuti seleksi tingkat Propinsi pada bulan Agustus 2021.

Khusus Kabupaten Sumenep, salah satu siswanya, yaitu Lailatul Qomariya, Juara 1 KSN-K Kebumian Tahun 2021. Hal ini disyukuri oleh Ch. Riyanto, guru geografi di SMAN 1 Gapura, Sumenep, “alhamdulillah, kami sangat bersyukur bahwa SMAN 1 GAPURA yang sebelumnya telah ditunjuk sebagai salah satu model Sekolah Penggerak Merdeka Belajar di Jawa Timur, kini mendapat satu lagi torehan prestasi, yaitu ananda kami menjadi juara bidang Sains Kebumian tahun 2021,” kata Riyanto.

Sedangkan Kepala SMAN 1 GAPURA, Drs. H. Budi Hartono, M.Si, menjelaskan bahwa prestasi yang ditorehkan oleh salah satu peserta didiknya tersebut, telah mengharumkan nama baik sekolah, “kami bersyukur, anak-anak terbukti masih memiliki semangat belajar dan tidak menyerah di tengah pandemi covid 19. Ini juga membuktikan bahwa segenap bapak ibu guru dan staf di tempat kami juga terus berupaya memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak. Tentunya, kami berharap prestasi ini bisa dibuktikan di tingkat propinsi bahkan nasional. Dan apa yang sudah dicapai sekarang, merupakan teladan untuk anak didik lainnya,” kata kepala sekolah.

Apresiasi juga disampaikan oleh praktisi pendidikan, Dr. Lia Istifhama, MEI atau Ning Lia yang sebelumnya disebut sebagai sosok Kartini Milenial yang trrbit dari Jawa Timur, saat menyampaikan tali asih sebagai ungkapan kepedulian terhadap peserta didik yang berhasil menorehkan prestasi untuk dirinya, sekolah, dan Provinsi Jawa Timur (15/7).

“Torehan prestasi tersebut tentunya stimulus buat adek-adek yang saat ini masih bersekolah, bahwa semuanya sangat mungkin mencapai prestasi dalam bidang pendidikan. Kuncinya adalah semangat belajar, tidak menyerah, dan hormati orang tua dan guru. Insya Allah jika berhasil menghormati mereka, maka adek-adek sekaligus berhasil menghormati ilmu. Dan inilah kunci keberkahan dalam pendidikan,” kata Ning Lia sapaan akrab Lia Istifhama.

Ketua Perempuan Tani HKTI Jawa Timur yang dikenal sebagai aktivis sosial dengan beragam tulisan dalam berbagai media massa yang menunjukkan kepekaan sosial serta kepedulian pada perempuan dan anak tersebut, menekankan pentingnya Itsar, yaitu sebuah kaidah yang menerangkan pentingnya ‘mendahulukan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri’.

“Dari prestasi yang berhasil dicapai siswa tersebut, maka bisa dipahami bahwa dia tentunya telah meluangkan waktunya untuk belajar. Waktu luang yang mungkin bagi anak lainnya digunakan untuk bermain atau bersantai, justru digunakan oleh siswa tersebut untuk tetap belajar. Istilahnya adalah itsar. Dalam hal ini, dia memikirkan pentingnya ilmu dan mengharumkan nama sekolahnya dan membuat bangga para gurunya,” pungkas warga Surabaya yang juga wakil Sekretaris MUI Jatim tersebut. (Sfy)