Solusi Gus Ali Untuk Surabaya Dalam Diskusi RAR Mencari Sosok Pengganti Risma

Reportase.tv Surabaya – Komunitas Rek Ayo Rek gelar diskusi dalam mencari sosok yang tepat setelah kepemimpinan Risma, di Kopi Tiam Surabaya, Jumat (27/9/2019).

Sempat vakum selama 3 tahun komunitas yang peduli Kota Surabaya ini tergerak ingin ikut andil dalam memajukan Kota Surabaya dengan membuka wacana para Calon Walikota Surabaya yang akan menggantikan Tri Rismaharini nanti.

Hal itu dilakukan lantaran untuk mencari sosok seperti Risma sapaan akrab Walikota Surabaya itu terbilang sulit, banyak sudah prestasi Risma untuk membangun kota Surabaya.

Sosok pemimpin Kota Surabaya nanti di harapkan masyarakat harus lebih baik dari Risma.

Diskusi tersebut, selain mengundang awak media dan elemen masyarakat, juga mengundang beberapa Calon Walikota Surabaya 2020.

Ketua RAR Herman Rifa’i mengatakan, acara diskusi yang dihadiri cawali Ony Setiawan, Lia Istifhama, Warsito, Gus Ali Zahara, dan yang disebut mau maju menjadi Calon Walikota Zahrul Azhar Asuma atau Gus Hans.

Selain itu acara tersebut juga diikuti beberapa perwakilan pemuda serta jurnalis media online dan anggota DPRD Surabaya, untuk membahas ragam isu untuk perkembangan kota Pahlawan kedepannya pasca kepemimpinan Tri Rismaharini.

“Ya supaya mereka mendapatkan pandangan, jadi kita itu menjurus kesana”, kata Herman Rifa’i.

Dalam diskusi ini, seluruh anggota RAR memberikan gagasan maupun keluh kesah kepada cawali yang hadir. Mulai masalah transportasi, solusi kemacetan, kebudayaan, kesehatan, lingkungan hingga optimalisasi pemuda dan kaum difabel kota Surabaya.

“Kita bermaksud memperkenalkan para calon-calon Walikota dan wakil walikotawalikota. Dan ini semuanya untuk masyarakat semua”, tambah Herman.

Mantan jurnalis yang akrab disapa mener ini, menambahkan, acara diskusi RAR tidak bertujuan mempromosikan cawali tertentu. Melainkan untuk memberikan pandangan baru dari masyarakat kepada cawali Surabaya agar mempunyai program membangun kota Pahlawan agar lebih baik kedepannya.

“Kita tidak mendukung atau disponsori cawali tertentu”, ucapnya.

Kedepannya RAR akan menggelar diskusi serupa, namun dengan tema tertentu supaya masyarakat dapat mengetahui visi dan misi cawali Surabaya.

“Kita itu sebenarnya pengen tahu apa sih, program-program mereka itu. Tapi kadang-kadang calon-calon ini ewuh pakewuh”, tandas Herman.

Dalam kesempatan tersebut beberapa Bacawali yang hadir diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasannya termasuk Gus Ali sapaan akrab Ali Azhara yang mempunyai solusi untuk memajukan Kota Surabaya.

“Diskusi ini bagus untuk kemajuan Surabaya ke depannya,” kata Gus Ali.

Untuk masalah kemiskinan di Surabaya, Gus Ali memiliki ide cemerlang, meski banyak pembangunan mall di mana-mana, namun harus tetap tenaga kerja dari masyarakat sekitarnya.

“Minimal 15 persen tenaga kerjanya diambilkan dari warga yang tinggal di sekitar mall-mall itu,” ungkap Gus Ali.

Untuk transportasi, Gus Ali mengaku program-program yang dilaksanakan wali kota Surabaya, Tri Rismaharini sudah bagus. Penyediaan Rumah Susun juga efektif untuk warga luar Surabaya, dengan tinggal di Rusun, warga luar Surabaya yang bekerja di Surabaya dengan menggunakan kendaraan, tidak perlu kembali ke rumahnya sepulang dari kerja.

“Selama ini kemacetan itu timbul, karena banyak kendaraan dari Sidoarjo dan sekitarnya yang masuk ke Surabaya. Penyediaan rusun adalah salah satu solusinya,” paparnya.

Sedangkan untuk mengurangi angka kemiskinan di Surabaya, Gus Ali memiliki ide cemerlang. Pembangunan mall boleh bertebaran di mana-mana, namun harus tetap memikirkan tenaga kerja dari masyarakat sekitarnya.

“Minimal 15 persen tenaga kerjanya diambilkan dari warga yang tinggal di sekitar mall-mall itu,” sergahnya. (Sfy)