Sopir Dirut RSUD Gunung Jati, Bunuh Wanita Selingkuhannya

CIREBON, REPORTASE.TV – Satreskrim Polres Cirebon, Jawa Barat berhasil menangkap ES (30) pelaku pembunuhan seorang wanita yang merupakan pasangan selingkuhnya.

Pelaku ES ditangkap di rumahnya, Bumi Arum Sari, Jalan Angsana X, RT 01 RW 11, Desa Cirebon Girang, Talun, Kabupaten Cirebon pada Selasa malam (4/12).

Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai sopir Direktur RSUD Gunung Jati, Kota Cirebon ini dengan korban yang sehari-hari berdagang minuman di depan RSUD Gunung Jati ini ternyata memiliki hubungan asmara.

” Pelaku dan korban ini merupakan pasangan selingkuh dan hubungan mereka sudah berjalan tiga tahun,” ungkap Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto didampingi Wakapolres, Kompol Jarot dan Kasat Reskrim, AKP Kartono Gumilar saat konferensi pers yang digelar di halaman Mapolres Cirebon, Rabu (5/12).

Awal pembunuhan ini terjadi, ketika pelaku menjemput korban di daerah Kesambi, Kota Cirebon pada Jumat (30/11) lalu menggunakan mobilnya.

“Di dalam mobil pelaku menyampaikan akan memutuskan hubungan asmara antara mereka,” jelas Suhermanto.

Korban menolaknya dan terjadilah perengkaran mulut antara pelaku dan korban.

“Korban diduga mengeluarkan kata-kata kasar yang membuat pelaku marah,” kata Suhermanto.

Sehingga pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban di dalam mobil miliknya di Jalan Brigjen Darshono Bypass/ tepatnya di depan PLTG pada hari sekitar pukul 20.00 WIB.

“Pelaku membunuh korban dengan memukul dahinya, menekan lehernya menggunakan kunci setir mobil dan menusuk leher korban menggunakan obeng,” kata mantan Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat ini.

Setelah memastikan korban meninggal dunia, setibanya di jalan sepi yaitu di Jalan Ir. Soekano, Desa Ciperna Blok Tutugan, Kecamatan Talun, Cirebon pelaku yang merupakan mantan sopir mobil ambulans RSUD Gunung Jati ini lalu membuang mayat korban di pinggir jalan.

Pelaku dan barang bukti diantaranya mobil pelaku, handphone, tas dan pakaian korban, kunci setor mobil dan obeng diamankan di Mapolres Cirebon guna penyelidikan lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tandas Suhermanto.

 

(Charles)