Tahun 2018, Meninggal Dunia karena Laka Lantas di Majalengka, 164 Orang

MAJALENGKA, REPORTASE.TV – Sepanjang 2018 ini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Majalengka, telah mengeluarkan sebanyak 35.569 surat tilang bagi para pengendara yang melanggar.

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono, didampingi Wakapolres, Kompol Hidayatullah dan Kasat Lantas, AKP Atik Suswanti mengatakan, puluhan ribu surat tilang tersebut dikeluarkan kepada pengendara yang pada saat polisi melakukan razia didapati tidak memenuhi kelengkapan surat kendaraan, surat izin mengemudi dan kelengkapan kendaraan lainnya.

Menurut Kapolres, jumlah surat tilang yang dikeluarkan pada tahun 2018 ini, meningkat dari tahun sebelumnya. Yakni, di tahun 2017, surat tilang yang dikeluarkan sebanyak 34.207 surat tilang, sedangkan di tahun 2018 ini, sebanyak 35.569 surat tilang.

“Sementara untuk total teguran di tahun 2018 ini juga mengalami peningkatan. Di tahun sebelumnya 2017, teguran di wilayah hukum Polres Majalengka sebanyak 12.040 teguran dan di tahun 2018 ini sebanyak 12.637 teguran,” kata AKBP Mariyono, Selasa (01/01/2019).

Kemudian, kata dia, kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Majalengka juga mengalami peningkatan.

“Laka lantas yang terjadi sepanjang tahun 2018 ini, naik 4.23 persen. jumlah laka lantas di tahun 2018 ini sebanyak 320 kejadian. Sedangkan, di tahun sebelumnya pada 2017 lalu ada 307 kejadian kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.

Dari keseluruhan kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Majalengka, pada tahun 2018 ini, terdapat korban meninggal dunia, 164 orang. Sedangkan pada tahun 2017 korban tewas 137 orang, sehingga naik 19.7 persen.

Sementara untuk korban luka berat di tahun 2018 turun 73.3 persen. Dari 30 orang pada tahun 2017 menjadi 8 orang pada 2018 dan korban luka ringan juga turun 15.47 persen. Dari 407 orang di tahun 2017 menjadi 344 orang pada tahun 2018.

Meningkatnya angka kecelakaan tersebut, menurut dia, disebebkan ada beberapa faktor. Selain kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang berkendara, juga diakibatkan jumlah kendaraan di Majalengka masih minim sedangkan bayaknya ruas jalan di wilayah Majalengka yang mulus dan lebar.

Sehingga bayak pengguna jalan semaunya mengemudikan dengan kecepatan tinggi tanpa mengindahkan keselamatan dan ini salah satu memicu tingginya angka kecelakaan lalu lintas jalan di Majalengka dan sekitarnya.

Tak hanya itu, sambung dia, ditambah lagi ruas jalan Tol Cipali masuk wilayah Majalengka yang lumayan panjang. Terlebih ruas Tol Cipali di wilayah Majalengka ini, juga berada dititik lelah. Baik kendaraan yang melaju dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah maupun sebaliknya.

“Tak sedikit para pengemudi ketika sudah lelah dan mengantuk. Namun, mereka tetap nekat melajukan kendaraannya tanpa berhenti terlebih dahulu di res area, sehingga terjadilah kecelakaan di jalan tersebut,” jelasnya.

Untuk mengatisipasi lebih tingginya lagi angka laka lantas di wilayah Kabupaten Majalengka. Selain melakukan penindakan dan teguran kepada pengendara yang melanggar, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi dan memberikan himbauan-himbauan lainnya.

“Seperti kami telah memasang spanduk disejumlah ruas jalan dan door to door ke warga masyarakat secara langsung,” paparnya.

Tak hanya itu, sambung dia, bahwa pihaknya juga rutin menggelar pelatihan-pelatihan safety driving. Baik kepada para pelajar, komunitas maupun ke masyarakat umum lainnya.

“Kami berharap melalui pelatihan-pelatiahan ini, tidak hanya melahirkan pengendara yang semakin pintar dalam menerapkan sistem pengoperasian kendaraannya. Namun juga menjadi penggerak perubahan dengan menularkan ilmu yang mereka dapat dari pelatihan ini kepada pengendara lainnya. Pada akhirnya mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas tersebut,” pungkasnya.

 

(Charles)