Tahun Ini Gubernur Khofifah Minta Proyek BTS Rampung

Reportase.tv Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah mengatakan di hadapan 43 Pejabat  eselon III dan eselon IV dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Satpol PP, Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim bahwa Presiden telah mencanangkan 10 Bali Baru, dan salah satunya adalah Bromo, Tengger, Semeru.

Hal itu diungkapkan saat melantik dan mengambil sumpah jabatan mereka khususnya kepada kepala Disbudpar Jatim di gedung negara Grahadi Surabaya, Sabtu 18/04/2020. Siang.”Pasti saudara sudah tahu bahwa Presiden mencanangkan 10 Bali Baru dan 6 yang masuk super perioritas pada tahun 2019. Sesungguhnya tahun 2021 salah satu yang masuk dari Bali Baru dan super perioritas ada di Jatim, yaitu Bromo, Tengger, Semeru. Tahun ini adalah tahun dimana kita harus meditailkan rencana-rencana besar kaitan dengan rencana pembagunan 10 Bali Baru yang masuk super perioritas dan itu adalah Bromo, Tengger, Semeru,” Katanya.

Selanjutnya, mau tidak mau, Disbudpar harus melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS). Untuk koordinasi, tegas Khofifah, bisa dilakukan dengan berbagai cara, bagaimana detail plan tersebut.

Bahkan, lanjut Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menandaskan bahwa tidak ada alasan kendala covid-19 kemudian tidak melakukan koordinasi. Terlebih lagi saat ini sudah tidak ada perjalanan dinas maik dalam maupun luar negeri. Koordinasi bisa dilakukan dengan cara virtual dengan siapapun, sehingga bagaimana detail plan dari 10 Bali Bari yang masuk pada super perioritas Bromo, Tengger, Semeru itu bisa selesai.

“Saya rasa, tidak boleh ini menjadi kendala karena covid-19, kareana bisa koordinasikan dengan virtual dan hunting nara sumber yang basi dijadikan referenasi ketika kemudian super perioritas harus dilakuan oleh Jatim meski koordinator BTS adalah tim kementerian pariwisata, tapi detail plan tetap dari kita,” tegas perempuan nomor satu di Jawa Timur tersebut.

Khofifah menyebutkan bahwa salah satu kendala adalah masalah sumber air di Bromo. Kendala tersebut sudah dilakukan koordinasi beberapa kali untuk mencari air apakah itu dari Probolinggo atau dari Lumajang.

“Tidak boleh dengan adanya covid-19, kita tidak bisa koordinasi, itu tidak boleh. Apa yang tidak bisa koirdinasi secara vistual?. 2020 detail plan dari super perioritas BTS 2021 harus selesai.  Oleh karena itu, hal-hal yang menadi PR, koordiansi dengan TNBTS, koordinasi empat penyanggan, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan dan Malang. Koordinasikan secara langsung, kalau dengan tim maka koordinasi secara virtual,” perintahnya.

Sementara itu, Kadisbudpar Jatim, Sinarto mengatakan memang sudah ada perioritas proyek BTS dan sudah dilakukan koordinasi karena Gubernur telah mendorong untuk bertemu dengan TNBTS. Bahkan TNBTS sudah sangat memahami bahwa Perpres itu perlu tindak lanjut, sejauh mana kolaborasi TNBTS provinsi bisa berjalan dengan baik, karena BTS itu ada problem besar yaitu masalah air.

“Bagaimana air bisa naik ke bromo, ada perintah dari Gubernur supaya Bapeda Jatim untuk mengkoordinasikan ke empat daerah. Dan kata Bu Gubernur tdi, Lumajang dan Probolonggi ada sumber yang mungkin bisa dibawa ke atas itu,” jelasnya.

Selain itu salah satu proyek yang akan dibangun di Bromo adalah kereta gantung. Namun, moda ini bukan untuk mematikan moda lain dari warga setempat, seperti Jeep maupun kuda.

Kereta gantung ini untuk melengkapi sarana yang ada. Sehingga, wisatawan semakin banyak pilihan. “Karena Bromo ini sudah menjadi tempat pariwisata berskala global, maka kebersihan harus dijaga. Jangan sampai di lautan pasir Bromo ditemukan sampah,” pungkasnya. (Sfy)