Tak Pandang Bulu, Dampak Covid-19 Berimbas di Berbagai Sektor

Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Pamulang, Shelby Virby, S.E., M.M

Oleh: Shelby Virby, S.E., M.M
Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Pamulang

Reportase.tv, Tangsel – Hampir setahun pandemi menyebar luas di Indonesia, banyak sektor yang terkena imbas dari pandemi virus ini. Beberapa sektor seperti sektor ekonomi, bisnis, pariwisata, industri, kesehatan dan lain sebagainya. Di sektor ekonomi contohnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan terdapat empat sektor yang paling tertekan akibat wabah virus Covid-19 yaitu rumah tangga , Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), korporasi, dan sektor keuangan. Pertumbuhan ekonomi pun diprediksi akan mengalami kontraksi cukup besar.

Sri Mulyani mengatakan sektor rumah tangga akan mengalami tekanan dari sisi konsumsi, karena masyarakat lebih banyak beraktifitas di dalam rumah sehingga daya beli menurun dikarenakan banyak masyarakat yang kehilangan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya terutama bagi masyarakat miskin dan rentan. Sri Mulyani melanjutkan dari sector usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengalami tekanan akibat tidak dapat melakukan kegiatan usaha sehingga kemampuan untuk memenuhi kewajiban kredit terganggu. Sementara dari sektor korporasi yang paling terganggu aktivitas ekonominya adalah manufaktur dan perdagangan. Sri Mulyani mengatakan gangguan aktifitas sektor korporasi yang disebabkan tekanan wabah Covid-19 akan menyebabkan penurunan pada kinerja bisnis dan terjadi pemutusan hubungan kerja hingga ancaman kebangkrutan.

Dari sektor bisnis misalnya, dilansir dari blog pribadi Pakar Marketing Yuswohady, terdapat beberapa bisnis yang mulai meredup di tengah pandemi, seperti bisnis Hotel sehingga banyak hotel yang tutup karena tak ada tamu menginap. Film dan Produksi TV juga saat ini termasuk salah satu bisnis yang rawan menjadi penularan Covid-19. Sehingga pastinya banyak Film dan Produksi TV yang terpaksa berhenti. Maskapai Penerbangan dan Agen Travel pun mengalami dampak yang sangat nyata akibat Covid-19, dikarenakan pembatasan operasional, banyak maskapai yang hampir tidak bertahan karena pendapatan terbesar maskapai penerbangan berasal dari pengangkutan penumpang.
Dengan adanya anjuran pemerintah untuk di rumah saja, banyak orang enggan beraktifitas diluar rumah sehingga beberapa sektor tersebut mengalami penurunan pemesanan dalam bisnis mereka.

Beralih ke sektor pariwisata, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan sektor pariwisata mengalami hantaman yang sangat keras akibat pandemi Covid-19. Hingga saat ini hampir seluruh destinasi wisata di Indonesia tutup. Ini situasi yang sangat berat, di Indonesia hampir semua destinasi wisata, fasilitas, dan hiburannya tutup dan hanya boleh untuk 50% pengunjung berdasarkan anjuran Pemerintah Indonesia untuk social distancing (jaga jarak). Dengan adanya wabah Covid-19 ini sektor pariwisata akan terus belajar dan berimprovisasi.
Salah satu programnya yaitu cleanliness, health, and safety (CHS) di sektor pariwisata. Tujuannya adalah untuk menerapkan wisata yang sehat dan bersih di sejumlah wisata dan sentra ekonomi kreatif. Untuk itu Kementrian Pariwisata dan Kementrian Kesehatan bekerja sama untuk menerapkan protokol CHS ini, tujuannya adalah untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi dan industri pariwisata di Indonesia usai Covid-19 sehingga mendorong peningkatan pergerakan dan kunjungan wisatawan.
Dalam memulihkan ekonomi di Indonesia, pemerintah meluncurkan berbagai program untuk pemulihan ekonomi baik dalam dalam konteks kesehatan, ketenagakerjaan maupun perekonomian secara umum. Upaya untuk memberikan solusi di tengah pandemi Covid-19 ini, di sektor ekonomi pemerintah meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada kelompok miskin dan rentan terkena sebagai kompensasi berhenti bekerja untuk sementara seperti Negara lain, program Kartu Sembako, insentif tarif listrik dan program Kartu Prakerja. Di sektor bisnis dan industri adaptasi teknologi bisa menjadi salah satu strategi yang tepat , dengan memanfaatkan layanan E-Commerce, melakukan promosi di media sosial hingga mengadopsi pencatatan keuangan secara online adalah hal yang paling relevan dilakukan oleh pemilik usaha saat ini. Di sektor pariwisata pemerintah mempromosikan protokol clean, health and safety (CHS) kepada pelaku usaha jasa pariwisata untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat, termasuk mengajak pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan tersebut.

Pemerintah mengharapkan dengan berbagai solusi dan upaya yang dilakukan saat ini, masyarakat dapat bertahan dalam pandemi Covid-19. Pemerintah Indonesia pun telah mengimplementasikan skenario new normal dengan mempertimbangkan studi epidemologis dan kesiapan regional. New normal melakukan skenario percepatan untuk penanganan wabah Covid-19 dalam aspek kesehatan dan social ekonomi. Juru bicara pengananan covid Ahmad Yurianto mengatakan bahwa masyarakat harus menjaga produktifitas di tengah pandemik Covid-19 dengan tatanan baru. Artinya, pemerintah menginginkan seluruh lapisan masyrakat dapat beradaptasi dengan Covid-19 dalam tatanan baru (new normal), kembali beraktifitas seperti biasa dan menjaga protokol kesehatan. Sehingga pada akhirnya peran serta masyarakat luas untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 turut membantu menyelesaikan masalah pada pandemi Covid-19 saat ini.