Tempatnya Mengajar Diduduki Oknum Brimob, Guru PAUD Melapor ke KPAI

Reportase.tv, Jakarta – Guru PAUD Insan Aulia, Siti Bariroh bersama beberapa rekannya melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) lantaran tempatnya mengajar diduduki oknum Brimob. Dia merasa anak didiknya sedih karena bangunan tempat mereka belajar dan bermain saat ini banyak polisi.

“Dia (para siswa PAUD) sedih, dia punya bangunan sudah banyak polisi, anak-anak kan seperti itu pemikirannya,” ujar Siti di kantor KPAI, Menteng, Selasa (29/9) kemarin.

Diketahui, terjadi sengketa lahan antara pihak Pertamina Training and Consulting dengan ahli waris Sanyoto. Kedua pihak mengklaim sebagai pemilik sah lahan di Jalan Pancoran Buntu II RT 06/02, Pancoran, Jakarta Selatan itu.

Di atas lahan sendiri berdiri pemukiman penduduk, termasuk bangunan PAUD Aulia. Adapun pihak Pertamina, disebut mengerahkan aparat Brimob untuk menduduki lahan, termasuk bangunan PAUD.

Kondisi ini yang diprotes pihak Siti, karena diyakini mengganggu psikologis siswa didik. Apalagi mayoritas siswanya merupakan warga sekitar, yang hampir tiap hari melihat bangunan PAUD tersebut.

“Jadi istilahnya ‘serem’, ‘Kok kenapa tempat sekolah kami diduduki oknum-oknum itu? ‘, jadinya mereka bertanya-tanya,” katanya.

Selain anak didiknya, Siti juga merasa sedih dengan kondisi tempatnya mengajar sekarang. Setiap melihat PAUD tersebut, dia selalu teringat keriangan anak-anak didiknya.

“Jangankan anak-anak, saya kalau lewat situ, sedih banget. Sekian lama kita di PAUD, haruskah berakhir seperti itu?,” ucapnya lirih.

Di tempat yang sama, Ketua Komite PAUD Insan Aulia, Tri Ratna Darma Putra mengatakan, laporan tersebut telah diterima pihak KPAI. Menurutnya, KPAI telah memberikan sejumlah masukan untuk pihaknya.

“Karena ini ada ranah perdatanya, mereka (KPAI) menerima laporan kami, dan mengarahkan kami melaporkan ke Dinas Pendidikan (DKI Jakarta),” ujar Tri.

Tri berharap ada solusi dari pihak-pihak terkait, menyikapi persoalan ini. Mengingat, ada cukup banyak anak-anak yang terancam tak dapat mengenyam pendidikan karena kasus tersebut.

“Jadi kami bingung setelah pandemi anak-anak sekolah di mana? Karena bangunannya sendiri sudah dialihfungsikan menjadi posko dari mereka (Brimob). Itu yang kami sesalkan. Karena bagaimanapun anak-anak ini pendidikannya harus terpenuhi,” pungkasnya.