Terkait Pencabulan Istri Tahanan, Poldasu Bentuk Tim

Reportase.tv Medan – Bidang (Bid) Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumatera Utara memberikan penjelasan terkait kasus dugaan cabul dan pemerasan
yang dilakukan personel Polsek Kutalimbaru terhadap istri tahanan.

Kabid Propam Polda Sumut, Kombes Pol Donald Simanjuntak, mengatakan Bid Propam Polda Sumut dan Si Propam Polrestabes Medan sudah membentuk tim untuk mendalami dugaan cabul dan pemerasan yang dilakukan oknum yang bertugas di Polsek Kutalimbaru.

“Dari hasil pendalaman yang dilakukan oknum personel Polsek Kutalimbaru itu terbukti menjemput korban inisial MU dari kos-kosan tempat tinggalnya dan bersama-sama pergi ke hotel,” katanya didampingi Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko dan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Selasa (26/10).

Donald menyebutkan, dari keterangan beberapa saksi didapati adanya dugaan persetubuhan yang dilakukan oknum Polsek Kutalimbaru bersama korban di hotel yang tidak ketahui lokasinya.

“Saat ini masih kami undang saksi – saksi memberikan klarifikasi untuk menguatkan bukti-bukti adanya dugaan persetubuhan yang dilakukan oknum anggota tersebut,”

Sementara itu, Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko, mengaku kalau anggotanya yang bertugas sebagai penyidik di Polsek Kutalimbaru, Bripka RHL mengajak istri tahanan berinisial MU (19) ke sebuah hotel.

Riko menyebutkan keduanya berangkat bersama-sama ke hotel dan melakukan hubungan suami istri setelah dibujuk rayu oleh Bripka RHL.

Kejadian itu diakui Riko 19 hari atau tepatnya 23 Mei 2021, setelah penangkapan suaminya di salah satu indekos, Jalan Kapten Muslim, Gang Buntu, Kecamatan Medan Helvetia.

Meski demikian Riko enggan merinci apakah ajakan untuk berhubungan badan itu termasuk kesepakatan pembebasan suaminya atau bukan.

“Pencabulan itu yang pasti dari hasil pemeriksaan, pengakuan anggota kita dan juga hasil pemeriksaan awal daripada wanita tersebut bahwa mereka berangkat bersama-sama dan sudah membuat janji untuk pergi ke hotel,” akunya

“Yang pasti anggota kita salah untuk melakukan perbuatan itu.”

Untuk kasus penangkapan Sayed Maulana dan Andi Subrata polisi menyebut sudah masuk ke tahap dua dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Deliserdang.

“Kemudian terkait penanganan kasus pidananya sendiri itu sampai sekarang sudah berjalan dan tahap dua,” lanjutnya.

Atas kasus tersebut oknum anggota Polsek Kutalimbaru berinisial Bripka RHL dicopot dan dipindahkan ke Polrestabes Medan.

Sementara Kapolsek Kutalimbaru dicopot dan menjalani pemeriksaan di Propam Polda Sumut. Sementara Kanit Reskrim dipindahkan ke Polrestabes Medan.(Re-70)