Tiga Tahun Beraksi, Sindikat Pemalsu Sertifikat Pelaut Raup Rp 20 Miliar

Reportase.tv, Jakarta – Polres Jakarta Utara bersama Tim Satgas Kementerian Perhubungan mengungkap sindikat pemalsuan sertifikat keterampilan pelaut. Sindikat ini juga berhasil meretas website resmi Kementerian Perhubungan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, sindikat ini telah beraksi sejak tahun 2018 silam. Dalam kurun waktu tersebut, sebanyak 5.041 sertifikat telah berhasil dibuat.

“Keuntungan mereka selama tiga tahun sebanyak Rp 20 miliar. Harga yang dipatok berbeda-beda, mulai dari Rp 700 ribu sampai Rp 20 juta, sesuai dengan tingkat sertifikat yang dibuat,” ujar Nana di Mapolda Metro Jaya.

Dalam kasus ini, kata Nana, pihak kepolisian menangkap 11 tersangka di Jakarta Utara, Bogor, dan Pekanbaru. Tersangka DT sebagai pemeran utama, yang menjadi penghubung dengan tersangka lainnya.

Sementara tersangka berinisial JN dan GJ berperan sebagai joki yang mencari konsumen. Kemudian empat tersangka lainya yang berinisial SH, SO, IK, R berperan sebagai orang yang menyediakan bahan pembuatan sertifikat palsu.

“Satu orang tersangka berinisial SNO bertugas memasukkan data, palsu ke blanko. Lalu tersangka lain berinisial RI dan RA bertugas melakukan ilegal akses, untuk me-regestasi secara online ke web Kementeian Perhubungan,” jelasnya.

Para tersangka mengetahui cara membuat sertifikat keterampilan pelaut lantaran mayoritas dari mereka merupakan mantan anak buah kapal (ABK). Sertifikat yang dibuat para tersangka bahkan terdaftar, karena tersangka juga meretas website Kementerian Perhubungan.

Karena perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 264 KUHP tentang Pemalsuan Surat dan Pasal 30 ayat (3) UU ITE tentang cracking, hacking, dan illegal access. Mereka terancam pidana maksimal 8 tahun penjara.