Tingkatkan Skill dan  Kondisi Fisik,  Rider ISSI Banjarnegara Jajal Track Downhill Jurang Jero

Rider Putri Banjarnegara Shifa Aulia Putri Sholehah salah satu Atlit Balap Sepeda Banjarnegara saat latihan di sirkuit Jurang Jero Magelang, (foto/m.anhar)

 

 Reportase.tv,Banjarnegara – Ditengah Pandemi  Covid-19 Tim balap sepeda Banjarnegara yang tergabung dalam Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Banjarnegara   Jawa Tengah mulai menggelar latihan di sejumlah sirkuit.  Latihan dilakukan untuk untuk menjaga kebugaran  serta meningkatkan skill atlit ISSI Banjarnegara.

“Kemarin kita menggelar latihan di sirkuit jurang jero Magelang, minggu depan kita akan menggelar latihan di track downhill lainnya untuk mengasah  skill sekaligus untuk menjaga kondisi fisik atlit,” kata Ketua ISSI Banjarnegara M. Anhar kepada Reportase,tv Senin (13/7/2020).

Ia mengatakan, sebenarnya program latihan tetap dijalankan selama masa pendemi Covid-19, hanya saja lebih banyak dilakukan di dalam ruangan atau indoor  dengan  menggunakan protokol kesehatan.

Program latihan outdoor sebelumnya sangat diminimalisir untuk mencegah penyebaran virus Corona yang tengah melanda tanah air. Namun saat ini para pembalap sudah mulai membiasakan diri berlatih di outdoor namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Ya, kita memang dituntut harus lebih kreatif di tengah wabah Covid 19, Sehingga program latihan bisa tetap berjalan dengan harapan  kondisi fisik atlit bisa dipertahankan,”lanjutnya.

Anhar  menyebut ada tiga nomor di ISSI Banjarnegara, yaitu nomer Road Race, Downhill dan BMX.  Kalau nomer Road dilakukan di jalan raya Banjarnegara, dan di rumah dengan latihan fisik, sedangkan untuk nomer Downhill untuk outdoor dilakukan di  beberapa track tergantung program latihan yang dijalankan.

Sedangkan untuk nomer BMX program latihan dijalankan di sikruit BMX terdekat dari Banjarnegara, karena Banjarnegara belum memiliki sirkuit BMX.

“Masa pandemik, kita terap latihan rutin, ada latihan di rumah, dan try out sesuai dengan kebutuhan dan tujuan program latihan,” lanjutnya.

Seperti diketahui akibat pandemik  corona, sejumlah agenda olah raga di Jawa tengah juga mengalami penundaan bahkan ada yang dibatalkan.

Seperti pekan olah raga wilayah Kedu, Pekalongan, dan Banyumas  (Pordulongmas) yang seharusnya dilaksanakan pada bulan Nopember 2020  terpaksa harus ditunda pelaksanannanya hingga tahun 2021 akibat Covid-19. “Dengan penundaan Pordulongmas, maka program yang kami latihan juga berubah,” tambahnya.

Pada Pordulongmas  ISSI Banjarnegara sendiri menargetkan 2 medali  perak dan 1 perunggu. “Kami tetap berharap dapat berprestasi  maksimal, namun target kami tetap dua medali perak dan 1 perunggu,” tambahnya.

Terpisah Ketua KONI Banjarnegara Nurohman Ahong mengatakan, meski ada penundaan pelaksaanaan Pordulongmas, namun KONI  meminta kepada seluruh pengkab. untuk tetap menjalankan program latihan menyesuaikan kondisi saat ini ditengah pandemik corona.

“Latihan tetap dilakukan, namun tetap menjalankan protokol kesehatan, kami sudah berkoordinasi dengan semua pengkap agar bisa menyesuaikan program latihan ditengah pandemic Covid-19,” katanya.<ahr>