Tingkatkan Pelayanan, Pengadilan Negeri Banjarnegara Luncurkan Aplikasi Kembang Desa dan Jawara

Pengadilan Negeri Banjarnegara luncurkan Aplikasi Kembang Desa dan Jawara .(foto/doc)

Reportase.tv,Banjarnegara – Sebagai bentuk komitmen untuk melakukan gerakan reformasi birokrasi menuju wilayah bebas korupsi,  Pengadilan negeri (PN) Banjarnegara, Jawa Tengah meluncurkan aplikasi Kembang Desa (Kemitraan Membangun Desa) dan Jawa (Jaringan WA Banjarnegara).

Aplikasi tersebut merupakan terobosan yang sangat baik, sebagai wujud komitmen dan kemitraan dalam membangun desa guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ketua Pengadilan Negeri kelas II Banjarnegara, Heddi Belyandi SH MH, mengatakan, aplikasi Kembang Desa merupakan komitmen pengadilan untuk melakukan gerakan reformasi birokrasi menuju wilayah bebas korupsi dan birokrasi yang bersih melayani.

Sementara  program aplikasi “Jawara” diharapkan akan  membuka kran komunikasi pemerintah dengan masyarakat.

“Layanan kemitraan membangun desa Ini merupakan inovasi unggulan yang terintegrasi dengan instansi eksternal. Supaya masyarakat mengenali dan memahami keberadaan pengadilan negeri di wilayah Banjarnegara,” kata Heddi kepada media Sabtu (30/1/2021)

Sebagai langkah awal, Pengadilan Negeri Banjarnegara melakukan sosialisasi dan pelatihan yang diikuti oleh 50 orang peserta perwakilan dari pemerintah desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Banjarnegara pada Rabu (27/1/2021) lalu.

“Kegiatan kami dilaksanakan dengan protokol kesehatan, karena masih dalam pandemi Covid-19,” lanjutnya

Heddi menambahkan, aplikasi kembang desa dan Juwara ini diciptakan untuk mendekatkan dan memudahkan pelayanan hukum kepada masyarakat.

Program ini memberikan kemudahan dalam hal pendaftaran perkara elektronik, pelayanan surat keterangan, info perkara banding dan pengadilan negeri Banjarnegara, dan izin besuk tahanan di Rutan Banjarnegara.

Di temui terpisah Bupati Banjarnegara  Budhi Sarwono, menyambut baik aplikasi Kembang Desa dan Jawara yang diprakarsai Pengadilan Negeri Banjarnegara.

Menurutnya, aplikasi Kembang Desa merupakan terobosan yang sangat baik, sebagai wujud komitmen dan kemitraan dalam membangun desa guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Kami menyambut kedua terobosan tersebut sangat positif”, kata Budhi Sarwono

Bupati juga meminta peserta yang mengikuti pelatihan, bisa menularkan pengetahuannya kepada rekan pegawai dan masyarakat luas sehingga efektif, mengingat masih pandemi jadi yang ikut pelatihan dibatasi.(ahr)