TRMS Serulingmas Banjarnegara Akan Revisi Target Pengunjung

Imbas mewabahnya virus corona, TRMS Serulingmas Banjarnegara di tutup untuk pengunjung sejak 18 Maret lalu.(foto/m.anhar)

 

Reportase.tv.Banjarnegara – Pengelola obyek wisata Taman Rekreasi Margasatwa Serulingmas (TRMS) Serulingmas Banjarnegara, Jawa Tengah  akan merevisi target jumlah pengunjung tahun 2020 karena dampak penutupan sementara untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Sementara ini pihak pengelola TRMS belum bisa memprediksi sampai kapan penutupan akibat pandemik corona.

Direktur TRMS Serulingmas Banjarnegara Lulut  Yekti Adi mengatakan, TRMS serulingmas telah melakukan penutupan layanan kunjungan sejak tanggal 18 Maret lalu, yang diperpanjang hingga tanggal 29 Mei sesuai masa tanggap darurat covid -19 di Banjarnegara.

Selama ditutup obwis Serulingmas  tidak menerima kunjungan wisatawan,  namun Pemerintah Daerah tetap memberi target  pendapatan.

“Tahun 2020 ini, jumlah pengunjung  di TRMS serulingmas ditargetkan sebesar 300.000 ribu  pengunjung, namun dengan adanya penutupan ini kami akan melakukan revisi target kepada Pemkab Banjarnegara,” kata Lulut Selasa (7/4/2020)

Untuk itu dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Banjarnegara dan Bagian perekonomian Sekretariat Daerah Banjarnegara terkait dengan target jumlah pengunjung.

“Pada tahun 2019 lalu target pengunjung terpenuhi, namun di tahun 2020, terjadi penutupan sementara yang memakan waktu kurang lebih satu bulan dan kemungkinan bisa diperpanjang  melihat situasi penyebaran COVID-19 di Indonesia,” lanjutnya.

Sejak ditutup pertengahan bulan Maret lalu, pengelola TRMS Banjarnegara tetap melakukan pemeliharaan rutin baik satwa maupun lingkungan, Pengelola berharap pandemik corona segera berakhir, dan obyek wisata TRMS bisa segera dibuka kembali.(foto/m.anhar)

Lulut menambahkan,  untuk jumlah pengunjung di obyek wisata serulingmas  biasanya terjadi pada hari libur nasional seperti libur sekolah, lebaran, natal dan tahun baru. Namun TRMS serulingmas sendiri sudah melakukan penutupan sejak pertengah bulan Maret.

“Kami berharap wabah corona ini segera berakhir, sehingga lebaran ini sudah bisa beroperasi kembali. Di momen lebaran ini biasanya pengunjung paling banyak mengunjungi serulingmas,” tambahnya.

Lulut mengaku, jika hari-hari normal paling tidak TRMS serulingmas dikunjungi 1000 pengunjung, pada hari minggu bisa dua kali lipat dan pada hari libur sekolah jumlahnya mencapai ribuan pengunjung.

“Lebaran menyumbang paling banyak pengunjung di TRMS Serulingmas, biasanya mencapai puluhan ribu pengunjung,” kata Lulut.(M.anhar/Rtv).