Wabup Yoyok Mulyadi, Launching Perpustakaan Apung di Grand Pathek Situbondo

Situbondo, Reportase.tv – Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi, bersama Direktur Operasi II PT WIKA Bambang Pramudjo, Rabu (20/2/2019) melaunching Perpustakaan Apung di Wisata Pantai Grand Pathek, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Situbnondo, Jawa Timur.

Menariknya, sebelum melaunching perpustakaan apung, pihak panitia menampilkan pertandingan ojhung, yakni tradisi adu pukul dengan menggunakan rotan, yang merupakan ritual untuk meminta keselamatan dan hujan warga Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo.

Usai melaunching perpustakaan apung di Grand Pathek, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi mengatakan, pertama pihaknya mengucapkan terima kasih kepada PT Wijaya Karya (WIKA), yang telah memberikan CSR di Wisata Pantai Grand Pathek berupa perpustakaan apung.

“Namun, karena perpustakaan apung ini merupakan satu-satunya PT WIKA. Oleh karena itu, kami akan terus mengembang kan perpustakaan apung ini. Sehingga perpustakaan apung akan menjadi branding topik atau keunggulan Wisata Pantai Grand Pathek. Bahkan, kami mencanangkan perpustakaan apung ini sebagai wisata edukasi, ”ujar Wabup Yoyok Mulyadi.

Menurutnya, karena membaca merupakan jendela dunia, karena dengan membaca masyarakat akan mengetahui segala sesuatu yang jauh dari lingkungannya.

“Sehingga diharapkan, dengan perpustaka an apung ini akan memenuhi kebutuhan masyarakat dan sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat di Kabupaten Situbondo, khususnya bagi masyarakat di sepanjang pesisir pantai di Kabupaten Situbondo,” bebernya.

Sementara itu, Direktur Operasi II PT WIKA Bambang Pramudjo mengatakan, pihaknya sengaja memberikan CSR berupa perpustakaan apung di Wisata Pantai Grand Pathek, karena pantainya sangat indah dan menarik untuk pengembangan wisata.

”Sehingga dengan perpustakaan apung, diharapkan ke depan Grand Pathek lebih dikenal, karena mempunyai keunggulan dari sejumlah wisata pantai yang lain di Jawa Timur,”katanya.

Bambang Pramudjo menambahkan, melalui donasi buku ini, diharapkan lahir para generasi muda Situbondo yang lebih berkualitas, dapat membangun daerah asalnya ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Situbondo.

“Selain itu, kami juga optimistis melalui kegiatan CSR ini, WIKA akan semakin dekat dengan masyarakat sehingga mereka mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan CSR WIKA, sekaligus menunjuk kan kepedulian perusahaan sebagai salah BUMN Hadir untuk Negeri,”imbuhnya.

Kepala Desa Gelung,Kecamatan Panarukan, Djasmoto mengatakan, jika pembangunan perpustakaan dan jembatan apung ini dikerjakan bahu membahu bersama warga setempat selama kurang lebih sembilan hari.

“Dengan adanya perpustakaan apung ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat dan wisatawan untuk merasakan sensasi yang berbeda dalam membaca sehingga dapat meningkatkan minat baca bagi anak-anak khususnya di desa kami ini,” ujarnya.

Djasmoto menegaskan, pembangunan perpustakaan apung ini diharapkan menjadi ikon pariwisata di Desa Gelung, sehingga adanya sarana perputakaan apung itu dapat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Situbondo.”Selain membangun perpustakaan apung yang dilengkapi dengan sebanyak 1180 buku, namun PT WIKA juga melayani pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan untuk 590 warga, penanaman 1.180 bibit tanaman hidroponik dan organik, pemasangan lampu LED warna warni di 50 pohon dan pengadaan 13 tong sampah yang tersebar sepanjang jalan utama di Desa Gelung,”pungkasnya.(fat)