Salah satu lokasi pembangunan jalan berlumpur. (Foto:Kus)

Reportase.tv, Cilacap – Proyek pembangunan jalan Nasional di jalan Yos Sudarso Desa Sudaurip Kecamatan Gandrungmangu Cilacap dikeluhkan warga dan pengguna jalan, Rabu  (19/02/20).

Mereka protes karena jalan yang melintasi empat desa yakni, Desa Cisumur, Grandubgmanis, Desa Sidaurp dibangun, tidak ada sosialisasi dari pihak pengembang dengan warga setempat yang berdampak pembangunan jalan nasional tersebut.

Seperti di Jalan Raya yos sudarso sidaurip misalnya, di kawasan ini, sepanjang jalan penuh lumpur dan sangat membahayakan pengguna jalan kerap terjadi kecelakaan, terpeleset lumpur.

Sudah banyak warga yang mengeluhkan dan memposting di sosial media yang menyatakan respon negatif terkait pembangunan jalan nasional oleh Kontraktor Istaka Tre Muktyjo.

“Keluhan warga sudah jelas lantaran proses pembangunannya tidak sesuai, berdebu, dan becek saat hujan seperti saat ini. Bahkan warga berinisiatif minta kepada pihak kontraktor untuk melakukan dialog dengan warga, namun pengembang berdalih tidak ada biaya,”kata Nurdawan, warga saat di hubungi reportase.tv melalui telepon

Forum Pengurus Peduli Jalan Kabupaten Cilacap Mardio Abdul Aziz, sangat menyayangkan proses pembangunan jalan Nasional di jalur selatan cilacap oleh Kontraktor Istaka Tre Muktyjo dengan Nilai Kontrak Rp. 95.454.528.950.41 ini terkesan asal asalan. sekarang jalan sudah menyerupai lautan lumpur, becek sekali dan sangat membahayakan para pejalan kaki serta pengguna jalan.

“Warga yang dampak pembangunan jalan selain mengeluhkan debu, mereka merasa resah karena lumpur jalan bercampur air masuk ke halaman rumah. warga akan mmenuntut pihak kontraktor untuk bertanggunghawab, karena warga sudah dirugikan,” kata Mardio Abdul Aziz.

Tak hanya itu saja, warga akan melakukan aksi besar besaran turun ke jalan yang akan di gelar Hari ini 18 Februari 2020. Warga akan memblokir jalan serta menghentikan aktifitas kendaraan besar yang lalu lalang membawa material pembangunan. (Ms/Kus)