Waspada! Lebih Dari 500 Ribu Data Pengguna Aplikasi Zoom Dijual di Dark Web

Reportase.tv, Jakarta – Lebih dari 500 ribu data pribadi milik pengguna aplikasi Zoom dijual di situs dark web oleh para peretas. Data pribadi tersebut meliputi kata sandi dan akun milik pengguna aplikasi Zoom.

Seperti diketahui, dark web merupakan bagian tersembunyi dari internet, dan dibutuhkan sejumlah langkah serta perangkat untuk dapat mengaksesnya. Di sana banyak merupakan tempat berkumpulnya transaksi siber yang terlarang.

Para peneliti di perusahaan keamanan online Cyble pertama kali menemukan kumpulan data yang mencakup alamat email dan kata sandi terkait, dari sekitar 530 ribu pengguna Zoom.

Spesialis keamanan dari perusahaan antivirus ESET, Jake Moore mengatakan, peretasan menggunakan teknik yang dikenal sebagai credential stuffing. Peretas dapat menautkan detail login yang digunakan untuk lebih dari satu akun daring untuk berkompromi dengan yang lain.

“Peretas menggunakan alat yang sederhana untuk menggunakan kembali kata sandi yang dicuri dalam pelanggaran data terpisah atau yang dikenal sebagai ‘isian kata sandi’. Mereka kemudian dapat dengan cepat mencoba mengakses semua akun dengan alamat email yang sama dengan nama pengguna,” ujar Jake dikutip dari situs Independent, seperti dilansir Viva.

Jake menjelaskan, Zoom tidak terlibat secara langsung, tapi penemuan ini sekali lagi menimbulkan kekhawatiran keamanan. Apalagi pengguna aplikasi Zoom mengalami lonjakan popularitas dalam beberapa pekan terakhir, pencegahan penyebaran Virus Corona yang memaksa orang untuk bekerja dari rumah.

“Pengguna Zoom tidak boleh menggunakan kata sandi yang sama di tempat lain, tetapi ini sangat penting bahwa kata sandi yang sama tidak digunakan untuk akun email mereka juga, atau peretas akan dapat mengirim undangan dari korban, sehingga membuat peretasan semakin berbahaya,” tutur Jake.