Reportase.TV, Jakarta – Polres Bogor menegaskan kembali komitmennya dalam mewujudkan visi Polri Presisi melalui serangkaian kegiatan intensif bertajuk Penjabaran Apel Kasatwil 2025 dan Gelar Operasional Bulanan. Acara yang diselenggarakan di Camp River Park, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada tanggal 12 hingga 13 Desember 2025 ini menjadi platform strategis bagi jajaran kepolisian di wilayah tersebut untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan profesionalisme, serta mengasah responsivitas dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.
Dipimpin langsung oleh Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran petinggi Polres Bogor, termasuk Wakapolres, para Kepala Bagian (Kabag), Kepala Satuan (Kasat), Kepala Seksi (Kasi), hingga seluruh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) di bawah naungan Polres Bogor. Kehadiran para pemimpin ini menunjukkan keseriusan institusi dalam menerjemahkan arahan dan kebijakan yang telah digariskan pada Apel Kasatwil 2025 di tingkat pusat menjadi aksi nyata di lapangan. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa setiap warga Bogor merasakan kehadiran polisi sebagai solusi, bukan sebagai sumber masalah, selaras dengan semangat Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).
AKBP Wikha Ardilestanto dalam sambutannya menekankan pentingnya momentum ini sebagai upaya kolektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. "Seperti nama kegiatannya, ini adalah penjabaran dari Apel Kasatwil 2025 yang sudah digelar beberapa waktu lalu. Sesuai arahan Bapak Kapolri, kami mengajak jajaran menjadikan Apel Kasatwil sebagai momentum untuk meningkatkan profesionalisme diri, responsif terhadap aduan, dan memastikan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat adalah solusi, bukan masalah," ujar AKBP Wikha dengan tegas. Beliau melanjutkan, "Kita bukan hanya penegak hukum, tapi juga pelayan masyarakat. Semangat Apel Kasatwil 2025 harus kita terjemahkan menjadi aksi nyata, memastikan setiap warga Bogor merasa terlayani dengan tulus dan profesional. Inilah wujud nyata dari Polri Presisi." Penekanan pada pelayanan tulus dan profesional ini menjadi inti dari setiap materi dan latihan yang diberikan selama dua hari tersebut, menciptakan fondasi kuat bagi peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Agenda diawali dengan Gelar Operasional Bulanan Polres Bogor, sebuah forum penting untuk mengevaluasi kinerja operasional selama sebulan terakhir, mengidentifikasi tantangan, dan merumuskan strategi ke depan. Dalam sesi ini, AKBP Wikha menyampaikan berbagai poin penting yang didapatkannya saat mengikuti Apel Kasatwil 2025, yang sebelumnya telah digelar Polri di Mako Pusat Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, pada 24-26 November 2025. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat instruktif, tetapi juga inspiratif, mendorong seluruh peserta untuk menginternalisasi nilai-nilai Presisi dalam setiap tindakan dan kebijakan. Diskusi interaktif juga menjadi bagian integral dari sesi ini, memungkinkan pertukaran gagasan dan solusi praktis untuk permasalahan yang dihadapi di lapangan.
Salah satu sesi paling menarik dan krusial dalam kegiatan ini adalah pelatihan Dalmas (Pengendalian Massa) yang melibatkan seluruh peserta, termasuk para perwira tinggi. Dengan menggunakan peralatan lengkap, mulai dari helm, tameng, hingga pelindung tubuh, para Wakapolres, Kabag, Kasat, Kasi, dan Kapolsek jajaran merasakan langsung beratnya dan panasnya seragam Dalmas. Pelatihan ini bukan sekadar simulasi fisik, melainkan juga pembelajaran empiris tentang pentingnya kesiapan, kekompakan, dan disiplin dalam menghadapi situasi darurat atau unjuk rasa. Meskipun menantang secara fisik, seluruh peserta tampak antusias, kompak, dan bersemangat mengikuti setiap instruksi, menunjukkan dedikasi mereka terhadap tugas pengamanan dan pelayanan publik. Pelatihan Dalmas ini secara khusus dirancang untuk meningkatkan kemampuan personel dalam menjaga ketertiban umum dengan pendekatan humanis, sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku dan selaras dengan prinsip-prinsip Polri Presisi.
Selain aspek operasional dan fisik, Polres Bogor juga memberikan perhatian pada kesejahteraan mental dan motivasi personelnya. Masih dalam acara hari pertama, para personel diberikan motivasi dan sesi self-healing dari instruktur profesional. Sesi ini bertujuan untuk membangun ketahanan mental, mengurangi stres kerja, dan memperkuat ikatan emosional antaranggota. Pentingnya menjaga kesehatan mental bagi para penegak hukum tidak bisa diremehkan, mengingat beratnya tugas dan tanggung jawab yang diemban. Melalui sesi ini, diharapkan setiap personel dapat bekerja dengan pikiran yang jernih, hati yang tulus, dan semangat yang membara.
Puncak dari hari pertama kegiatan adalah renungan malam yang penuh khidmat, diikuti dengan pembacaan Ikrar Ksatria Bhayangkara yang dipimpin oleh AKBP Wikha Ardilestanto. Ikrar ini bukan sekadar deretan kata, melainkan janji suci yang mengikat setiap anggota Polri pada nilai-nilai luhur institusi dan bangsa. Berikut adalah teks lengkap ikrar tersebut:

Dengan memohon rida Tuhan Yang Maha Esa, di bawah panji Merah Putih, di hadapan api perjuangan rakyat Indonesia,
Kami, Ksatria Bhayangkara, berikrar membangun Polri yang melindungi, Polri yang melayani, Polri yang mengayomi, Polri yang dicintai dan Polri yang dipercaya masyarakat.
Demi Tuhan Yang Maha Esa, demi bangsa dan negara,
Demi seluruh rakyat Indonesia, demi kehormatan Kepolisian Negara Republik Indonesia, kami berjanji untuk setia pada ikrar kami. Kami tegak, kami siap, kami setia hidup dan jaya Kepolisian Negara Republik Indonesia, hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pembacaan ikrar ini menjadi momen refleksi mendalam, mengingatkan setiap personel akan sumpah jabatan dan tanggung jawab besar yang mereka emban. Ikrar ini menggarisbawahi esensi tugas Polri sebagai pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat, serta menegaskan komitmen untuk menjaga kehormatan institusi dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat yang terkandung dalam ikrar ini diharapkan mampu menjadi pendorong moral bagi setiap Ksatria Bhayangkara dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Hari kedua kegiatan diisi dengan aktivitas fisik yang menyegarkan, diawali dengan olahraga pagi bersama. Setelah itu, seluruh peserta, termasuk Bhayangkari (istri-istri anggota Polri), melaksanakan kegiatan tracking atau penjelajahan di wilayah Sentul. Aktivitas ini dirancang untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kebugaran fisik, dan memberikan kesempatan untuk menikmati alam, sehingga dapat membantu personel me-refresh pikiran dan semangat. Kehadiran Bhayangkari dalam kegiatan ini juga menunjukkan dukungan keluarga terhadap tugas suami mereka, sekaligus memperkuat solidaritas dalam komunitas Polri. Kegiatan tracking ini berjalan kondusif dan penuh keceriaan, mencerminkan kebersamaan dan kekompakan yang ingin dibangun oleh Polres Bogor. Seluruh rangkaian kegiatan di Camp River Park berakhir pada Sabtu (13/12) dengan sukses dan lancar, tanpa hambatan berarti, menandai selesainya agenda yang penuh makna.
Pesan Kapolri di Malam Renungan Apel Kasatwil 2025: Menjaga Marwah Institusi dan Semangat Bhayangkara
Semangat yang digelorakan oleh Polres Bogor ini sejatinya merupakan resonansi dari pesan-pesan penting yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada malam Renungan Nilai-Nilai Ksatria Bhayangkara. Acara tersebut merupakan bagian dari Apel Kasatwil 2025 yang diselenggarakan di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (25/11) pukul 21.00 WIB. Dalam momen yang penuh keheningan dan refleksi itu, Kapolri Sigit dengan tegas berpesan agar seluruh anggota Polri menjaga marwah institusi dan meneladani sikap serta semangat senior-senior Polri yang terdahulu.

Jenderal Sigit menekankan pentingnya menyatukan tekad dan semangat di antara seluruh anggota Polri. "Malam ini bukanlah malam yang tidak ada artinya, malam ini adalah malam di mana kita semua menyatukan tekad, menyatukan semangat, melupakan perbedaan, menyatukan barisan untuk menjaga institusi tercinta, menjaga semangat Tribrata, dan Catur Prasetya, menjaga semangat para satria bhayangkara untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi institusi, keamanan negara ini," kata Jenderal Sigit, suaranya dipenuhi ketegasan dan harapan. Beliau mengingatkan bahwa perbedaan adalah keniscayaan, namun persatuan dalam visi dan misi adalah kunci kekuatan institusi.
Lebih lanjut, Jenderal Sigit mengingatkan bahwa pangkat dan jabatan bukanlah segalanya. Kehormatan sejati seorang anggota Polri terletak pada pengabdian tulus kepada bangsa dan negara. "Kehormatan kita bukanlah pangkat, bukanlah jabatan, tapi bagaimana kita memberikan pengabdian yang tulus, yang ikhlas untuk institusi ini, untuk rakyat ini, untuk bangsa, untuk keamanan negeri ini," ujarnya. Pesan ini menggarisbawahi bahwa esensi dari tugas kepolisian adalah dedikasi tanpa pamrih, bukan sekadar mengejar posisi atau prestise. Setiap anggota Polri, dari yang paling rendah hingga yang tertinggi, memiliki peran krusial dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban.
Kapolri juga menegaskan bahwa meskipun individu dan jabatan dapat berganti, bahkan ajal dapat menjemput, semangat Bhayangkara tidak boleh padam. "Kita bisa berganti, jabatan bisa berganti, ajal juga bisa menjemput kita, namun yang tidak boleh terjadi adalah semangat kita, semangat api dari senior-senior kita harus terus kita gelorakan, kita nyalakan, kita sebarkan kepada seluruh keluarga besar Polri, seluruh anak buah-anak buah kita di manapun berada," imbuhnya. Beliau meminta agar semangat ini terus digelorakan dan tidak pernah padam, diwariskan kepada generasi penerus.
"Seluruh generasi penerus kita, bahwa semangat Bhayangkara menjaga negeri, menjaga institusi kita harus terus berkobar, berkobar, dan semakin berkobar," pungkas Jenderal Sigit, mengakhiri pesannya dengan penekanan kuat pada keberlanjutan semangat pengabdian. Setelah menyampaikan pesan inspiratif tersebut, Jenderal Sigit langsung membacakan Ikrar Ksatria Bhayangkara, yang kemudian diikuti oleh seluruh peserta apel. Momen ini menjadi penegasan kolektif akan janji dan komitmen untuk membangun Polri yang modern, profesional, dan dicintai masyarakat.

Rangkaian kegiatan di Polres Bogor ini, mulai dari penjabaran arahan pusat hingga pelatihan fisik dan penguatan mental, merupakan implementasi nyata dari pesan Kapolri. Ini menunjukkan bahwa semangat untuk menjaga marwah institusi, meningkatkan profesionalisme, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat telah meresap hingga ke tingkat Polres, khususnya di Bogor. Dengan komitmen yang kuat dan langkah-langkah konkret seperti ini, Polres Bogor bertekad untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Polri Presisi yang menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia.












