Reportase.TV, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), salah satu bank terbesar dan tertua di Indonesia, kembali menegaskan komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang kuat dan strategi pertumbuhan berkelanjutan melalui perombakan signifikan dalam jajaran kepengurusan. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang baru saja diselenggarakan, para pemegang saham menyetujui perubahan susunan direksi, menunjuk wajah-wajah baru yang diharapkan akan membawa inovasi dan efisiensi di tengah lanskap perbankan yang semakin dinamis. Perubahan ini menjadi sorotan utama, menandakan langkah strategis BRI untuk memperkuat fondasi kepemimpinan dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa mendatang.
RUPSLB merupakan forum krusial bagi perusahaan terbuka untuk mengambil keputusan-keputusan penting yang tidak dapat menunggu RUPS Tahunan, terutama terkait dengan perubahan fundamental seperti komposisi direksi dan dewan komisaris. Bagi BRI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pemain kunci dalam perekonomian nasional, setiap keputusan RUPSLB memiliki implikasi luas, tidak hanya bagi kinerja internal bank tetapi juga bagi kepercayaan investor dan stabilitas sektor keuangan. Penyelenggaraan RUPSLB ini mencerminkan kebutuhan akan adaptasi cepat dan penempatan individu terbaik di posisi strategis untuk memastikan BRI tetap berada di garis depan inovasi dan pelayanan.
Salah satu keputusan paling menonjol dari RUPSLB adalah pengangkatan Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari sebagai Wakil Direktur Utama. Posisi Wakil Direktur Utama memegang peran vital dalam mendukung Direktur Utama dalam merumuskan dan mengimplementasikan strategi bisnis, serta memastikan operasional bank berjalan lancar dan efisien. Dengan pengangkatan ini, diharapkan Viviana akan membawa perspektif baru dan kontribusi signifikan dalam penguatan koordinasi lintas departemen dan percepatan pencapaian target-target strategis BRI. Kehadiran Wakil Direktur Utama yang kuat sangat penting dalam organisasi sebesar BRI, yang memiliki jangkauan operasional yang luas dan kompleksitas bisnis yang tinggi, mulai dari segmen ultra mikro hingga korporasi besar.
Selain Viviana, beberapa direktur baru juga turut diangkat untuk mengisi pos-pos kunci yang sangat strategis bagi arah masa depan BRI. Mahdi Yusuf dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Legal and Compliance, sebuah posisi yang kian krusial di tengah semakin ketatnya regulasi perbankan dan tuntutan tata kelola yang baik. Keberadaan Direktur Legal and Compliance yang kompeten akan memastikan BRI beroperasi sesuai dengan koridor hukum yang berlaku, meminimalkan risiko litigasi, dan menjaga reputasi bank di mata publik dan regulator.
Kemudian, Achmad Royadi ditunjuk sebagai Direktur Finance and Strategy. Jabatan ini memegang kendali atas pengelolaan keuangan bank, termasuk perencanaan anggaran, alokasi modal, dan hubungan investor, sekaligus merumuskan strategi jangka panjang untuk pertumbuhan berkelanjutan. Di era disrupsi digital dan volatilitas ekonomi, peran Direktur Finance and Strategy menjadi sangat vital dalam menjaga kesehatan finansial bank dan mengidentifikasi peluang-peluang baru untuk ekspansi.
Sektor perbankan konsumen juga mendapatkan perhatian serius dengan penunjukan Aris Hartanto sebagai Direktur Consumer Banking. Segmen konsumen adalah tulang punggung pertumbuhan bagi banyak bank, dan BRI, dengan jaringan luasnya, memiliki potensi besar untuk menggarap pasar ini lebih dalam. Aris diharapkan dapat membawa inovasi dalam produk dan layanan konsumen, meningkatkan pengalaman nasabah, serta memperluas jangkauan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan generasi milenial dan Z yang semakin melek teknologi.
Terakhir, Ety Yuniarti diangkat sebagai Direktur Manajemen Risiko. Dalam industri perbankan, manajemen risiko adalah fondasi utama keberlangsungan bisnis. Dengan dinamika ekonomi global, perubahan iklim, dan ancaman siber yang terus berkembang, peran Direktur Manajemen Risiko sangat penting dalam mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola berbagai jenis risiko yang dihadapi bank. Ety diharapkan dapat memperkuat kerangka kerja manajemen risiko BRI, memastikan bank tetap tangguh di tengah ketidakpastian.
Dilihat dari keterangan resmi BRI, Kamis (18/12/2025), berikut adalah susunan terbaru direksi BRI yang mencerminkan perpaduan antara kepemimpinan berpengalaman dan energi baru:
- Direktur Utama: Hery Gunardi – Memimpin keseluruhan operasional dan strategi bank.
- Wakil Direktur Utama: Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari – Mendukung Direktur Utama dalam koordinasi dan implementasi strategi.
- Direktur Micro: Akhmad Purwakajaya – Mengelola dan mengembangkan segmen mikro, inti bisnis BRI.
- Direktur Commercial Banking: Alexander Dippo Paris Y.S – Mengembangkan bisnis dengan segmen komersial dan UMKM menengah.
- Direktur Treasury and International Banking: Farida Thamrin – Mengelola portofolio treasury dan mengembangkan bisnis internasional.
- Direktur Corporate Banking: Riko Tasmaya – Melayani nasabah korporasi besar dan proyek-proyek strategis.
- Direktur Network and Retail Funding: Aquarius Rudianto – Mengelola jaringan kantor dan menggalang dana ritel.
- Direktur Information Technology: Saladin Dharma Nugraha Effendi – Memimpin transformasi digital dan inovasi teknologi.
- Direktur Operations: Hakim Putratama – Memastikan efisiensi dan keandalan operasional bank.
- Direktur Legal and Compliance: Mahdi Yusuf – Menjaga kepatuhan hukum dan tata kelola perusahaan.
- Direktur Manajemen Risiko: Ety Yuniarti – Mengelola dan mitigasi berbagai risiko bank.
- Direktur Finance and Strategy: Achmad Royadi – Bertanggung jawab atas keuangan dan strategi jangka panjang.
- Direktur Consumer Banking: Aris Hartanto – Mengembangkan bisnis dan layanan untuk nasabah individu.
Penting untuk dicatat bahwa anggota direksi yang baru diangkat tersebut baru dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya apabila telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Proses persetujuan ini, yang dikenal sebagai fit and proper test, adalah mekanisme standar yang diterapkan OJK untuk memastikan bahwa calon direksi memiliki integritas, kompetensi, dan rekam jejak yang bersih sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hal ini krusial untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap sistem perbankan.
Di samping perubahan direksi, susunan Dewan Komisaris BRI tetap solid, memberikan pengawasan dan arahan strategis yang penting bagi kinerja bank. Dewan Komisaris memiliki peran fundamental dalam memastikan tata kelola perusahaan yang baik, mengawasi kinerja direksi, dan melindungi kepentingan pemegang saham.
Berikut susunan Dewan Komisaris BRI:
- Komisaris Utama: Kartika Wirjoatmodjo – Memberikan kepemimpinan dan arahan strategis kepada dewan komisaris.
- Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen: Parman Nataatmadja – Mendukung Komisaris Utama dan memastikan objektivitas pengawasan.
- Komisaris: Helvi Yuni Moraza – Anggota dewan yang aktif dalam pengawasan dan pengambilan keputusan.
- Komisaris: Awan Nurmawan Nuh – Memberikan perspektif dan keahlian dalam fungsi pengawasan.
- Komisaris Independen: Lukmanul Khakim – Menjamin independensi dan objektivitas dalam pengawasan.
- Komisaris Independen: Edi Susianto – Berkontribusi pada tata kelola yang kuat melalui pandangan independen.
Dengan komposisi direksi dan dewan komisaris yang diperbarui ini, BRI diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan di industri perbankan, termasuk persaingan yang ketat, evolusi teknologi, dan perubahan perilaku konsumen. Penekanan pada bidang-bidang seperti manajemen risiko, keuangan dan strategi, serta perbankan konsumen menunjukkan fokus BRI pada pertumbuhan yang berkelanjutan dan prudent. Posisi BRI sebagai bank dengan segmen mikro terbesar di Indonesia akan terus diperkuat, diiringi dengan pengembangan layanan digital yang inklusif dan inovatif untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Transformasi digital, ekspansi ke ekosistem ultra mikro, serta komitmen terhadap praktik-praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) akan menjadi pilar utama strategi BRI di bawah kepemimpinan yang baru ini. Dengan sinergi antara direksi yang baru dan dewan komisaris yang berpengalaman, BRI diproyeksikan akan terus menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama dalam mendukung UMKM dan mendorong inklusi keuangan. Perombakan ini adalah bukti nyata dari adaptabilitas dan visi jangka panjang BRI untuk terus menjadi bank terdepan yang relevan dan memberikan dampak positif bagi bangsa.












