KRISTAInterFOOD 2026: Melampaui Batas, Membangun Ekosistem F&B Global untuk UMKM Berdaya Saing Tinggi

PT Kristamedia Pratama, melalui Krista Exhibitions, dengan bangga mengumumkan peluncuran KRISTAInterFOOD 2026, sebuah pameran internasional yang dirancang untuk menjadi katalisator pertumbuhan industri makanan, minuman, bakery & confectionery, serta sektor Horeca (Hotel, Restaurant, dan Cafe/Katering) di Indonesia dan kancah global. Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang transaksi bisnis, tetapi juga wadah inovasi, kolaborasi, dan peningkatan daya saing, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tanah air.

Reportase.TV, Jakarta – Peluncuran megaprojek KRISTAInterFOOD 2026 diselenggarakan dengan meriah di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, pada hari Selasa, 23 Juni 2026. Suasana optimisme dan semangat kolaborasi begitu terasa saat Chief Marketing Officer dan Founder Krista Exhibitions, Christina Sudjie, secara resmi membuka acara tersebut, menandai dimulainya perjalanan menuju salah satu pameran F&B paling dinanti di kawasan Asia Tenggara. Pemilihan lokasi yang strategis di bawah naungan Kementerian Pariwisata menggarisbawahi komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, di mana industri F&B memegang peranan vital.

Krista Exhibitions Group, melalui gelaran KRISTAInterFOOD 2026, secara tegas berkomitmen untuk membuka peluang emas bagi pelaku UMKM. Sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional, kerap menghadapi tantangan dalam hal akses pasar, pengembangan produk, dan peningkatan kapasitas. Pameran ini hadir sebagai jembatan yang mempertemukan UMKM dengan calon pembeli, distributor, investor, serta jaringan internasional, memungkinkan mereka untuk tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang pesat dan menembus pasar yang lebih luas. Fokus pada UMKM adalah upaya strategis untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim, dengan antusias menyatakan bahwa KRISTAInterFOOD telah berevolusi menjadi sebuah "Melting Pot" yang sesungguhnya. Istilah ini bukan sekadar metafora, melainkan representasi nyata dari interaksi dinamis yang terjadi antara beragam pemangku kepentingan. Pameran ini secara efektif mempertemukan produsen dengan calon supplier bahan baku, pelaku usaha dengan distributor potensial, dan yang tak kalah penting, konsumen rumah tangga yang mencari produk-produk inovatif dan berkualitas. Lingkungan interaktif ini menciptakan ekosistem yang kondusif bagi UMKM untuk tidak hanya memperkenalkan produk mereka, tetapi juga mendapatkan umpan balik langsung, memahami tren pasar, dan secara signifikan meningkatkan daya saing serta kesadaran merek (Brand Awareness) di mata calon konsumen.

Daud D. Salim bahkan mengisahkan keberhasilan inspiratif dari sebuah UMKM asal Surabaya, Jawa Timur, yang berhasil mengekspor produk cokelatnya ke Malaysia setelah berpartisipasi dalam pameran sebelumnya. "Ada juga dari UMKM yang mereka waktu ikut, Pak Budi, dari Surabaya, dari Jawa Timur, yang pada saat pameran mereka juga mendapatkan Buyers dari Malaysia, sehingga bisa mengekspor coklat ke Malaysia," jelas Daud kepada segenap tamu dan awak media. Kisah sukses ini menjadi bukti konkret betapa efektifnya KRISTAInterFOOD dalam memfasilitasi ekspansi pasar bagi UMKM, mengubah potensi lokal menjadi keunggulan global. Pengalaman seperti ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak UMKM untuk berani melangkah lebih jauh dan memanfaatkan platform internasional yang disediakan.

Selain membuka kesempatan bagi UMKM untuk memperluas jangkauan produknya melalui transaksi langsung dengan calon pembeli, KRISTAInterFOOD 2026 juga menawarkan eksposur global yang tak ternilai. Dengan skala pameran internasional, penyelenggaraan ini menargetkan partisipasi kurang lebih 1.500 peserta dari 25 negara, termasuk 12 negara yang akan memiliki paviliun khusus. "Dan tahun ini kita targetkan kurang lebih 1.500 peserta dari 25 negara. Paviliun mungkin kira-kira 12 negara, Tapi kalau peserta di luar pavilion kurang lebih 25 negara, yang kami targetkan akan hadir," terang Daud. Kehadiran delegasi dan peserta dari berbagai belahan dunia seperti Tiongkok, Korea, Jepang, Malaysia, Vietnam, dan Filipina, akan menciptakan lingkungan yang kaya akan pertukaran budaya, teknologi, dan inovasi dalam industri F&B. Hal ini memungkinkan UMKM Indonesia untuk membandingkan produk mereka dengan standar global, mengidentifikasi peluang kemitraan, dan bahkan menjajaki potensi ekspor ke pasar-pasar baru.

Tak hanya sebagai ajang pameran dan transaksi, KRISTAInterFOOD 2026 juga akan menjadi arena kompetisi bergengsi. Salah satu sorotan utama adalah kompetisi Master Gelato, di mana satu perwakilan dari Indonesia akan beradu keahlian dengan para kompetitor dari 10 negara asing. "Yang akan mewakili Indonesia, diperlombakan nanti di KRISTAInterFOOD, dengan kompetitor dari China, Korea, Jepang, Malaysia, Vietnam, Filipina. Ada kurang lebih 10 negara," ungkap Daud. Kompetisi semacam ini tidak hanya meningkatkan profil Indonesia dalam kancah kuliner global, tetapi juga mendorong inovasi dan standar kualitas dalam produksi gelato dan produk-produk sejenis.

Krista Exhibitions juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan tak tergoyahkan yang diberikan oleh berbagai pihak strategis. Kementerian Pariwisata, Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) yang mewakili industri manufaktur F&B, Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia yang menaungi para profesional kuliner, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang merepresentasikan sektor Horeca, dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) yang menghubungkan produk dengan konsumen akhir. Kolaborasi multi-pihak ini menjadi fondasi kuat yang mendorong optimisme KRISTAInterFOOD untuk terus menjadi platform terpercaya yang berlandaskan pada kolaborasi, inovasi, serta pertumbuhan industri makanan dan minuman Indonesia. Sinergi ini memastikan bahwa pameran tidak hanya relevan tetapi juga berdampak nyata pada seluruh rantai nilai industri.

Sebagai informasi krusial, KRISTAInterFOOD 2026 akan diselenggarakan di lokasi baru yang lebih modern dan representatif, yaitu NICE PIK 2. Pemilihan venue ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pengalaman pameran berstandar internasional yang lebih baik. NICE PIK 2 menawarkan kapasitas yang jauh lebih besar, fasilitas mutakhir, aksesibilitas yang prima, dan infrastruktur pendukung yang lengkap, memastikan kenyamanan bagi ribuan peserta dan puluhan ribu pengunjung yang ditargetkan. Pergeseran ke venue yang lebih canggih ini mencerminkan ambisi Krista Exhibitions untuk terus meningkatkan kualitas dan skala acara.

Pameran tahun ini juga akan diramaikan oleh beragam program unggulan yang dirancang untuk memperkaya pengalaman peserta dan pengunjung. Ini termasuk La Cuisine Cooking Competition 2026, yang diproyeksikan akan diikuti oleh hampir 1.000 chef berbakat dari dalam dan luar negeri, bekerja sama dengan ACP Indonesia. Kompetisi ini akan menjadi ajang adu kreasi dan inovasi kuliner. Selain itu, akan ada Indonesia Coffee Art Battle (ICAB) dan Roasting Competition yang berkolaborasi dengan Dewan Kopi Indonesia, menyoroti seni dan ilmu di balik industri kopi yang sedang booming. Berbagai program pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi pelaku industri juga akan diselenggarakan, membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan terkini untuk menghadapi tantangan pasar global. Dengan serangkaian program yang komprehensif ini, KRISTAInterFOOD 2026 bertekad untuk tidak hanya menjadi pameran, tetapi juga pusat pengembangan keahlian dan inovasi industri F&B.

(prf/ega)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *