Reportase.TV, Jakarta – Di tengah dinamika industri hulu minyak dan gas (migas) yang kian menuntut efisiensi, akurasi, dan keandalan operasional, PT Pertamina EP berhasil menorehkan pencapaian gemilang. Anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor eksplorasi dan produksi ini memperkenalkan inovasi teknologi mutakhir bernama Quadrant Orifice Meter Diagnostic Technology, atau yang dikenal luas dengan sebutan QORD TECH. Inovasi ini tidak hanya merevolusi cara pengukuran gas dilakukan, tetapi juga secara signifikan mendongkrak performa finansial dan operasional perusahaan, sekaligus memperkuat komitmen Pertamina EP terhadap transformasi digital dan keberlanjutan.
Dalam operasional hulu migas, pengukuran volume gas merupakan salah satu aspek paling krusial. Gas yang diekstraksi dari perut bumi harus diukur dengan presisi tinggi untuk berbagai keperluan, mulai dari perhitungan produksi, transaksi jual beli dengan konsumen, hingga pelaporan regulasi dan pembayaran royalti. Kesalahan sekecil apapun dalam pengukuran dapat berdampak besar pada pendapatan perusahaan, kepuasan pelanggan, dan bahkan kepatuhan terhadap standar industri. Orifice meter, sebagai salah satu alat ukur aliran gas yang paling umum digunakan, seringkali menghadapi tantangan dalam menjaga akurasinya akibat faktor-faktor seperti erosi, korosi, penumpukan kotoran, atau deformasi plat orifice seiring waktu.
Secara tradisional, untuk mendiagnosis kondisi internal komponen metering gas dan memastikan akurasinya, operator harus melakukan pembongkaran peralatan. Proses ini sangat memakan waktu, melibatkan biaya besar untuk mobilisasi tim, penghentian sementara operasional (shutdown), dan potensi risiko keselamatan kerja. Tidak hanya itu, setiap pembongkaran juga berpotensi menyebabkan kerusakan minor pada komponen lain atau memerlukan kalibrasi ulang yang rumit setelah perakitan kembali. Inilah celah yang coba diisi oleh QORD TECH, sebuah inovasi yang menjawab kebutuhan mendesak akan solusi diagnostik yang lebih cerdas, cepat, dan non-invasif.
Facility Manager OGT Field Pertamina EP Zona 7, Kuwat Riyanto, menegaskan bahwa QORD TECH adalah wujud nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi operasional yang efektif dan efisien. "Inovasi QORD TECH ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan lapangan yang mendesak, yakni untuk membantu proses diagnostik metering gas agar dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan yang terpenting, tanpa pembongkaran peralatan," ujar Kuwat dalam keterangan resminya baru-baru ini. Ia menambahkan bahwa pendekatan ini secara fundamental mengubah paradigma pemeliharaan dan inspeksi sistem metering gas.
Pada dasarnya, QORD TECH memanfaatkan serangkaian sensor canggih yang dipasang secara eksternal pada sistem metering gas yang sedang beroperasi. Sensor-sensor ini dirancang khusus untuk menangkap data mikro seperti variasi tekanan, suhu, getaran, dan bahkan anomali akustik yang mungkin terjadi di dalam pipa. Data yang terkumpul kemudian diproses secara real-time melalui algoritma kompleks dan pemodelan sistem yang telah dikalibrasi secara presisi. Dengan demikian, operator dan teknisi dapat "melihat" kondisi internal komponen, seperti erosi pada plat orifice, penumpukan kotoran, atau kerusakan minor lainnya, yang sebelumnya hanya bisa dideteksi melalui inspeksi visual langsung setelah pembongkaran.
Keunggulan utama QORD TECH terletak pada kemampuannya untuk mendeteksi kondisi internal komponen metering gas tanpa perlu menghentikan aliran produksi atau membongkar peralatan. Ini berarti tidak ada lagi penghentian operasional yang mahal, tidak ada risiko kecelakaan kerja akibat pembongkaran, dan proses diagnostik menjadi jauh lebih cepat dan akurat. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan keandalan sistem metering, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui peningkatan efisiensi operasional dan optimalisasi kinerja perusahaan secara menyeluruh.
Dampak finansial dari implementasi QORD TECH sungguh luar biasa. Peningkatan akurasi pengukuran gas merupakan salah satu pencapaian paling menonjol. Sebelumnya, tingkat error pengukuran orifice gas metering di Pertamina EP Zona 7 berada pada kisaran 0,8 hingga 0,9%. Angka ini, meskipun tampak kecil, dapat berarti kerugian pendapatan yang signifikan dalam skala operasional hulu migas yang melibatkan volume besar. Dengan QORD TECH, tingkat error berhasil ditekan drastis hingga mendekati kondisi normal, yaitu 0,1%. Ini adalah lompatan besar dalam keandalan pengukuran yang berdampak langsung pada optimalisasi operasional.
Peningkatan akurasi pengukuran tersebut secara langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan perusahaan sebesar Rp 23,8 miliar. Angka ini merupakan representasi dari pengukuran volume gas yang lebih tepat dan penjualan yang sesuai dengan nilai sebenarnya, mengurangi potensi "kehilangan" volume yang tidak terukur dengan benar. Selain itu, QORD TECH juga membawa penghematan biaya operasional yang substansial, mencapai Rp 1,4 miliar. Penghematan ini berasal dari berbagai aspek, termasuk pengurangan kebutuhan akan pembongkaran peralatan yang mahal, waktu henti produksi yang minim, serta biaya perawatan dan tenaga kerja yang lebih efisien. Secara total, nilai tambah yang berhasil diciptakan oleh QORD TECH mencapai angka impresif Rp 25,2 miliar.
Konteks operasional OGT (Oil & Gas Transportation) Field Pertamina EP Zona 7 memberikan gambaran lebih jelas mengenai urgensi inovasi ini. Di fasilitas tersebut, Pertamina EP Zona 7 mendistribusi gas ke 43 titik konsumen dengan nilai produk yang signifikan setiap harinya. Dengan volume transaksi sebesar ini, kebutuhan akan sistem metering yang akurat dan efisien adalah mutlak. Tim Operations di fasilitas ini secara proaktif menciptakan QORD TECH sebagai solusi konkret atas tantangan inspeksi dan pemeliharaan sistem metering gas yang lebih efektif, cepat, dan efisien, menunjukkan budaya inovasi yang kuat di lingkungan kerja.
Proses pengembangan QORD TECH bukanlah suatu hal yang instan. Kuwat Riyanto menjelaskan bahwa inovasi ini melibatkan serangkaian tahapan yang ketat dan sistematis, mencerminkan pendekatan rekayasa yang matang. Dimulai dari analisis mendalam dan pemodelan sistem metering gas yang ada, dilanjutkan dengan perakitan sensor dan komponen pendukung yang presisi, hingga akhirnya melalui proses kalibrasi intensif pada setiap sensor untuk memastikan keandalan dan performa sistem berjalan optimal. Tahapan ini melibatkan kolaborasi antara insinyur, teknisi lapangan, dan ahli metrologi untuk memastikan setiap aspek teknologi berfungsi sesuai standar tertinggi.
Keberhasilan QORD TECH tidak hanya dirasakan secara internal, tetapi juga telah mendapat pengakuan luas di tingkat industri. Teknologi ini telah memiliki Technical Guideline for the Use of Portable QORD TECH-Quadrant Orifice Meter Diagnostic Technology dengan nomor TKPA No. D04-014/PEP80000/2025-S9, sebuah validasi internal yang menegaskan standar dan prosedur operasionalnya. Lebih jauh lagi, inovasi ini berhasil meraih Platinum Award dalam kategori Best Project Collaboration pada ajang bergengsi Upstream Improvement & Innovation Award 2025. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa QORD TECH diakui sebagai solusi inovatif yang memiliki dampak besar bagi industri, mendorong kolaborasi dan efisiensi.
Inovasi seperti QORD TECH merupakan pilar penting dalam strategi Pertamina EP untuk memperkuat transformasi digital perusahaan. Di era industri 4.0, pemanfaatan teknologi canggih seperti sensor IoT (Internet of Things), analisis data besar (Big Data), dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/Machine Learning) menjadi krusial untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan operasional. QORD TECH adalah contoh bagaimana Pertamina EP mengintegrasikan teknologi terkini untuk mencapai operasional hulu migas yang tidak hanya selamat dan andal, tetapi juga efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Pengembangan lebih lanjut QORD TECH dapat mencakup integrasi dengan platform analitik prediktif yang lebih canggih, memungkinkan pemeliharaan berbasis kondisi (condition-based maintenance) yang proaktif dan canggih, memprediksi potensi kerusakan sebelum terjadi. Selain itu, potensi penerapan di aset-aset migas lainnya di seluruh Indonesia, bahkan mungkin di luar negeri, sangat besar. Ini akan semakin mengukuhkan posisi Pertamina EP sebagai pelopor inovasi teknologi di sektor energi nasional dan memperkuat kontribusi nyata bagi ketahanan energi bangsa.
Melalui pengembangan teknologi inovatif seperti QORD TECH, Pertamina EP tidak hanya berhasil meningkatkan efisiensi dan pendapatan secara signifikan, tetapi juga menunjukkan komitmen kuatnya terhadap praktik operasional hulu migas yang modern, aman, dan berkelanjutan. Inisiatif semacam ini diharapkan akan terus berlanjut, membawa dampak positif yang lebih luas bagi industri migas Indonesia dan menjadi inspirasi bagi inovasi di sektor energi global. Keberhasilan QORD TECH adalah bukti nyata bahwa investasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi merupakan kunci untuk mencapai operasional yang superior dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.












