7 Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi yang Perlu Diwaspadai

7 Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi yang Perlu Diwaspadai

Mudah lelah meski sudah beristirahat cukup? Keluhan ini memang bisa muncul karena banyak hal, tetapi salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kekurangan zat besi. Mineral ini dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Ketika cadangan zat besi menurun, tubuh dapat mengalami gangguan sebelum akhirnya berkembang menjadi anemia defisiensi besi. Namun, kekurangan zat besi tidak selalu langsung menimbulkan gejala, dan tidak semua anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi. Berikut tujuh tanda yang perlu diperhatikan serta langkah aman untuk menanganinya.

7 Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi yang Perlu Diwaspadai

1. Mudah lelah dan terasa kurang bertenaga

Kelelahan merupakan salah satu keluhan yang sering dikaitkan dengan kekurangan zat besi. Saat kondisi ini menyebabkan anemia, pasokan oksigen ke jaringan dapat berkurang sehingga aktivitas yang biasanya ringan terasa lebih menguras tenaga. Sebagian orang juga merasa sulit berkonsentrasi atau kurang produktif. Meski begitu, kelelahan juga bisa dipicu kurang tidur, stres, infeksi, atau gangguan tiroid sehingga penyebabnya perlu dipastikan.

2. Kulit atau bagian dalam kelopak mata tampak pucat

Hemoglobin memberi warna merah pada darah. Ketika kadarnya rendah, kulit, bibir, gusi, atau bagian dalam kelopak mata bawah dapat terlihat lebih pucat daripada biasanya. Perubahan ini tidak selalu mudah dikenali, terutama karena warna kulit dan pencahayaan berbeda-beda. Menilai pucat melalui cermin atau foto tidak cukup untuk memastikan anemia; pemeriksaan darah tetap diperlukan.

3. Napas lebih pendek saat beraktivitas

Jika anemia sudah terjadi, tubuh berusaha memenuhi kebutuhan oksigen dengan meningkatkan laju pernapasan. Akibatnya, Anda mungkin lebih mudah terengah-engah ketika menaiki tangga, berjalan cepat, atau melakukan pekerjaan rumah. Waspadai perubahan yang terasa tidak sesuai dengan tingkat aktivitas biasanya. Sesak juga dapat disebabkan gangguan jantung atau paru-paru, sehingga jangan langsung menyimpulkan penyebabnya adalah kekurangan zat besi.

4. Jantung berdebar lebih cepat

Pada anemia, jantung dapat bekerja lebih keras untuk mengedarkan oksigen. Hal ini kadang terasa sebagai detak yang cepat atau berdebar, terutama saat bergerak. Keluhan tersebut lebih mungkin terasa ketika anemia semakin berat. Namun, berdebar juga bisa berkaitan dengan kecemasan, konsumsi kafein, atau gangguan irama jantung. Jika berulang, menetap, atau disertai keluhan lain, periksakan diri.

5. Sakit kepala, pusing, atau terasa melayang

Anemia akibat kekurangan zat besi dapat disertai sakit kepala atau pusing karena berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen. Sebagian orang merasa melayang ketika berdiri atau beraktivitas. Gejala ini juga sering muncul akibat dehidrasi, tekanan darah rendah, migrain, atau kondisi lain. Catat kapan keluhan terjadi, seberapa sering, dan apakah disertai lelah, berdebar, atau sesak untuk membantu evaluasi dokter.

6. Kuku rapuh dan rambut lebih mudah rontok

Kekurangan zat besi dapat berkaitan dengan kuku yang mudah pecah serta rambut rontok lebih banyak daripada biasanya. Pada kondisi tertentu yang berlangsung lama, kuku bisa menjadi tipis dan melengkung seperti sendok, yang disebut koilonikia. Namun, perubahan rambut dan kuku bukan penanda khusus. Paparan bahan kimia, perubahan hormon, penyakit kulit, dan kekurangan nutrisi lain juga dapat memberikan keluhan serupa.

7. Keinginan mengunyah es atau memakan benda bukan makanan

Keinginan kuat untuk mengunyah es, memakan tanah, atau bahan lain yang bukan makanan dikenal sebagai pica. Kebiasaan mengunyah es secara berlebihan memiliki kaitan dengan kekurangan zat besi, meskipun mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Jangan mengonsumsi benda bukan makanan karena dapat menimbulkan keracunan, infeksi, atau gangguan pencernaan. Sampaikan kebiasaan tersebut kepada tenaga kesehatan tanpa merasa malu.

Siapa yang Lebih Berisiko Kekurangan Zat Besi?

Kekurangan zat besi dapat terjadi ketika asupan tidak mencukupi, kebutuhan meningkat, penyerapan terganggu, atau tubuh kehilangan darah. Beberapa kelompok dan kondisi yang perlu lebih waspada meliputi:

  • Orang dengan menstruasi banyak atau berkepanjangan.
  • Ibu hamil, karena kebutuhan zat besi meningkat.
  • Bayi, anak-anak, dan remaja dalam masa pertumbuhan.
  • Orang dengan pola makan yang tidak memenuhi kebutuhan zat besi.
  • Orang yang sering mendonorkan darah atau mengalami perdarahan saluran cerna.
  • Penderita gangguan penyerapan, seperti penyakit celiac, atau yang pernah menjalani operasi tertentu pada saluran pencernaan.

Cara Memastikan Kekurangan Zat Besi

Gejala saja tidak dapat memastikan diagnosis. Dokter biasanya mempertimbangkan riwayat kesehatan, pola makan, menstruasi, dan pemeriksaan fisik sebelum menyarankan tes darah. Pemeriksaan dapat mencakup darah lengkap dan ferritin untuk menilai anemia serta cadangan zat besi.

Hemoglobin yang masih normal tidak selalu menyingkirkan kekurangan zat besi tahap awal. Sebaliknya, ferritin dapat meningkat saat ada peradangan sehingga hasilnya perlu ditafsirkan bersama kondisi klinis dan, bila diperlukan, pemeriksaan tambahan. Penyebab kekurangan juga penting dicari, terutama jika ada dugaan kehilangan darah.

Langkah Aman untuk Memenuhi Kebutuhan Zat Besi

Asupan sehari-hari dapat dibantu melalui beberapa kebiasaan berikut:

  1. Pilih sumber zat besi: daging tanpa lemak, ikan, ayam, tempe, tahu, kacang-kacangan, dan pangan yang difortifikasi zat besi.
  2. Padukan dengan vitamin C: jambu biji, jeruk, tomat, atau paprika membantu penyerapan zat besi dari sumber nabati.
  3. Hindari teh atau kopi bersamaan dengan makanan kaya zat besi: beri jarak sekitar satu hingga dua jam, terutama jika berisiko kekurangan.
  4. Gunakan suplemen sesuai arahan tenaga kesehatan: jenis, dosis, dan lama pemakaian perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan. Simpan jauh dari jangkauan anak.

Jika anemia defisiensi besi sudah terjadi, perubahan pola makan saja mungkin tidak cukup. Penanganan perlu mencakup penggantian zat besi dan pengobatan penyebabnya.

Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan?

Jadwalkan pemeriksaan jika keluhan menetap atau mengganggu aktivitas. Segera cari pertolongan medis bila muncul nyeri dada, sesak saat istirahat, pingsan, atau jantung berdebar disertai lemas berat. Tinja hitam seperti aspal, muntah darah, atau perdarahan banyak juga perlu segera dinilai. Jangan menunda pemeriksaan hanya untuk mencoba suplemen sendiri.